
Minsel, BeritaManado.com – Warga yang kecewa lambatnya penyelesaian Jembatan Sosongian di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tumpaan Dua Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, menanam pohon di tengah jalan umum.
Hal tersebut sebagai bentuk protes masyarakat kepada sejumlah pihak terkait, termasuk Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut).
Seorang pengendara kendaraan umum, Steven Saruan mendukung aksi ini dan sempat memarkirkan kendaraannya di Jalan tersebut sebagai bentuk protes.
“Bagaimana mau lewat, jika kondisi jalannya seperti ini. Hal ini kami lakukan agar supaya ada perhatian dan jalan ini bisa cepat selesai,” ujarnya.
Aksi ini sempat membuat macet di jalan utama penghubung Manado dan Makasar.
Sementara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel melalui Pemerintah Kecamatan Tumpaan berusaha mencarikan solusi dari kejadian tersebut.
Camat Tumpaan, Terry Lolowang pun memfasilitasi pertemuan dan melakukan mediasi antara masyarakat dengan pihak Balai Jalan dan kontraktor, pada Jumat (5/5/2023).
“Saya bersama masyarakat sekitar lokasi sudah bertemu dengan Kepala BPJN Sulut dan kontraktor perihal kompensasi akan dampak buruk lambannya penyelesaian jembatan,” kata Terry.
“Hasil kesepakatan, masyarakat sekitar sudah menerima masker, vitamin dan plastik untuk para pelaku usaha dari pihak kontraktor,” ujarnya.
Ditambahkan Terry, tadi juga Kepala BPJN Sulut menjanjikan jika penyelesaian pekerjaan jembatan Tumpaan yang bersumber dari dana APBN itu akan dilakukan secepatnya.
“Pihak kontraktor juga berjanji akan melakukan penyiraman secara rutin dan minggu depan akan segera melakukan pengaspalan,” ucap Terry lagi.
TamuraWatung
