
Manado, BeritaManado.com — Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) telah menjadi bencana nasional yang membutuhkan penanganan ekstra untuk memutus penyebaran virus mematikan ini.
Hal ini menjadi tanggung jawab setiap warga negara terlebih tim medis yang menjadi garda terdepan dalam memerangi virus corona agar dapat meminimalisir penyebarannya.

Selain para medis sebagai pejuang terdepan menghadapi pasien terdampak Covid-19 mungkin salah satu yang harus diapresiasi adalah sopir ambulans.
Pasalnya, sopir ambulans yang bertugas antar jemput pasien bahkan jenazah Covid-19 memiliki resiko tinggi dalam menjalankan profesinya sebagaimana pengalaman yang dialami Saprudin Tontey (44) staf RSUP Prof Kandou Manado.

“Waktu pertama kali melaksanakan tugas antar jemput pasien Covid-19 rasa was-was dan takut itu ada,” kata Saprudin Tontey kepada BeritaManado.com, Rabu (22/4/2020).
Namun menurutnya rasa takut itu dapat dihilangkannya karena tanggung jawab yang harus Ia jalankan.
“Tapi setelah di pikir-pikir kembali kalau bukan saya yang mau layani siapa lagi, karena memang sudah menjadi pekerjaan saat tugas makanya mau tidak mau harus dilayani,” ujar Sapru sapaan akrab pria yang murah senyum ini.

Dijelaskannya, saat awal akan menjalankan tugasnya di masa siaga Covid-29, keluarga sempat tidak mengijinkannya.
“Pertama kali memang istri dan kedua anak saya sempat cemas bahkan melarang saat saya hendak jemput pasien Covid-19,” ungkapnya
Tetapi dikatakannya, setelah Ia memberikan pemahaman akhirnya istri dan kedua anaknya dapat menerima kenyataan bahwa hal ini sudah menjadi tanggung jawabnya.
“Saya bisa jelaskan kepada keluarga dengan baik-baik sehingga mereka akhirnya mengerti karenanya saya selalu mandi usai melaksanakan tugas walaupun tengah malam,” tutur Sapru yang telah 17 tahun bekerja di RSUP Prof Kandou Manado.
Dijelaskan, sampai saat ini dirinya sudah 7 kali melaksanakan penjemputan dan 6 kali pengantaran jenasah dampak Covid-19.
“Yang terpenting harus menggunakan Alat Pelindung Diri dan jangan lupa selalu berdoa pada Tuhan,” tandas Sapru.
(BennyManoppo)
