
Manado-World Health Organization mencatat antara 2004-2010 Asia Pasifik adalah kawasan dengan jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) tertinggi di dunia.
Paling tidak sepanjang lebih dari satu dekade terakhir ada 390 juta orang terinfeksi dengue.
Penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes itu telah membawa Indonesia ke posisi 2 negara dengan kasus terbesar dari 30 wilayah endemik.
Pada 2014, DBD telah merengut nyawa 641 penduduk Indonesia dari 71.668 penderita.
Tahun sebelumnya data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, tersaji lebih tinggi lagi.
Jumlah penderita sebanyak 112.511 dimana 871 meninggal.

Sementara di Manado pada tahun yang sama Dinas Kesehatan menunjukkan pada 2013-2014 sebanyak 440 penderita yang tersebar di 5 Kecamatan.
Jumlah penderita tertinggi di Kecamatan Wanea, 149 penderita, sedangkan terendah di Kecamatan Bunaken, 13 penderita.

Data pengidap virus DBD di Manado berdasarkan usia mulai 0-60 ke atas didominasi balita atau penduduk usia 0-5 tahun mencapai 64 penderita atau 37,64 persen dari 184 orang.
Posisi kedua usia 6-10 tahun jumlah penderitanya mencapai 48 atau 28,23 persen, serta usia 11-15 tahun 28 penderita.
Data tersebut menunjukkan bahwa usai anak-anak mulai dari 0-15 lebih rentan terjangkit DBD dibandingkan usai di atasnya. (***/tim)
