Agama dan Pendidikan

Satpam Kampus Keroyok Mahasiswa

Satpam Kampus Keroyok Mahasiswa
Donald Rumokoy(Foto Beritamanado.com)

Manado – Minggu (16/01/11) lalu pukul 23.00 tepatnya di rumah susun sederhana sewa (RUSUNAWA) UNSRAT seorang mahasiswa asal Timika-Papua bernama Sandromurib (20) Mahasiswa Fakultas Peternakan Unsrat yang juga merupakan penghuni RUSUNAWA  babak belur dihajar Satpam yang berjaga. Malam itu sepulang dari tempat kos temannya dalam keadaan mabuk ketika hendak menaiki tangga Rusunawa menuju kamar yang ditempatinya oleh satuan pengamanan (Satpam) Kampus dicegat lantaran didapati membawa miras.

Tak senang korbanpun melakukan perlawanan dengan  mendorong Satpam tersebut yang berdasarkan investigasi diketahui bernama Inu,  rekan sekerja Inu yang juga berada dilokasi tersebut datang lalu melayangkan sebatang besi pada tubuh korban lalu dikeroyok beramai-ramai hingga mengalami luka serius pada bagian wajah korban dan tak sadarkan diri, tidak cukup sampai disitu korban kemudian diborgol dan di sekap di kantor pusat UNSRAT lalu melanjutkan aksi mereka untuk menghajar si korban. Keterangan tersebut diperoleh dari rekan korban yang menemani korban untuk dirawat saat ditemui wartawan di UGD RS Prof Kandou (17/01/11).

“Satpam tidak seharusnya main hakim sendiri, masalah itu seharusnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin, persoalannya kejadian ini bukan kali pertama dilakukan Satpam pada mahasiswa yang tinggal di rusun” ujar saksi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Bantahan muncul dari pihak Unsrat, ketika dikonfirmasi oleh beritamanado.com Rektor UNSRAT Prof. Donald Rumokoy melalui Juru Bicaranya Daniel Pangemanan menuturkan pernyataan itu tidak betul “bukan pengeroyokan, yang terjadi adalah perkelahian dan tidak ada penyekapan, mahasiswa Papua tersebut dibawa kekantor pusat guna dilakukan pembinaan, semua sudah sesuai prosedur” tutur pangemanan, Selasa (18/01/11) kemarin. (ikhsan saruna)

2 tanggapan untuk “Satpam Kampus Keroyok Mahasiswa”

  1. Ya, memang inti permasalahan torang ndk tau jelas sapa yg paling salah, tapi sebagai Satpam harusnya hindari kekerasan, yg penting dia ndk bapukul ndk beking kerusakan, satu sisi juga mabo ndk bae memang karna torang rugi sandiri. Pimpinan kampus adakan pendamaian py ndk berdmpak dan merugikan mhswa laeng.

  2. biasanya kalu so mabo tantu so ndak sadar sapa tu ba pukul noh…. boleh jadi satpam, maar kage dorang pe teman sandiri….
    so itu kwa kurangi jo tu mabo2, jao2 datang sekolah dari papua, pemda riki sewa akang tampa bagus dekat kampus (gedung baru lei), dapa beasiswa lei dr dorang pe pemda, eh tu kerja cuma mo mabo2… hele mahasiswa manado kasiang musti pi baku ruju cari tampa kost dekat kampus, blum tantu le dapa tampa bagus rupa dorang…

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara