Siau–Jumlah penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Kabupaten Sitaro ternyata paling sedikit se-Sulut. Salah satu parameter perekonomian masyarakatnya di peringkat baik.
Tercatat,penerima (BLSM di Sitaro hanya 2.539 Kepala Keluarga (KK). Itu menandakan, KK yang tergolong miskin di Sitaro sudah menurun drastis.
Bupati Sitaro Toni Supit SE MM mengatakan, tangguhnya ekonomi masyarakat
disebabkan karena saat ini pertumbuhan ekonomi daerah terbilang sangat baik.
“Kita sangat bersyukur karena saat ini ekonomi Sitaro bertumbuh dengan pesat.
Bahkan angka pertumbuhan ekonominya hampir sama dengan pertumbuhan ekonomi
Provinsi,” ujar Supit, Rabu (26/6) kemarin.
Dia menjelaskan Sitaro sebagai penerima BLSM terkecil sangat
beralasan, karena pendapatan per kapita masyarakat Sitaro sudah di atas rata-rata. Jumlah penduduk miskin di Sitaro relatif semakin berkurang.
“Penerima BLSM Sitaro paling sedikit di Sulut karena jumlah penduduk miskin di Sitaro semakin berkurang,” jelas Bupati.
Sementara itu, Kadis Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Sitaro Drs Hans Kalangit MSi
mengatakan, dari tahun ke tahun pertumbuhan ekonomi di Sitaro terus meningkat,
dikarenakan sirkulasi perputaran uangnya sangat aktif.
“Harga pala masih baik di pasaran. Apalagi jika masyarakat Sitaro
menjadi eksportir pala sendiri, dengan begitu pendapatan masyarakat akan
semakin meningkat,” ujarnya. (gun)

Mantap berarti depe bupati Tonsu mampu pimpin sitaro