
Tomohon – Keinginan dari Pemkot Tomohon serta harapan dari agar dibangunnya lokasi penampungan pengungsian di Kota Tomohon jika sewaktu-waktu Gunung Lokon meletus hebat sepertinya tak kesampaian. Bahkan, pembangunannya tak mendapat restu Gubernur Sulawesi Utara, DR Sinyo Sarundajang.
Hal tersebut terungkap saat Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Pemprov Sulut pada pekan lalu. “Sebaiknya tempat pengungsian jangan dibangun, kalau dibangun gunung meletus terus karena penampungan telah ada. Karena memang di seluruh dunia tidak ada. Kalau memang harus diungsikan ke sekolah, ke gereja, ke mesjid silahkan. Tidak perlu bikin yang khusus,” ujarnya di depan para walikota dan bupati se-Sulawesi Utara.
“Kecuali uang sudah berlimpah lain lagi ya. Di Jakarta itu kan di mesjid, di gereja. Kalau ada permanen, jadi permanen dia meletus. Kalau batuk-batuk tidak mungkin dia akan meledak. Jadi kalau dia meletus, pak wali saya senang asal cuma depe abu. Sebab kan selama ini Lokon tidak mengeluarkan lava pijar dan panas, belum ada. Jadi kalau gunung sering meletus itu bagus,” jelas Sarundajang.
Diketahui, dalam Rakorev tersebut Pemkot Tomohon mengusulkan dibangunnya lokasi pengungsian yang tetap guna mengantisipasi letusan Gunung Lokon yang dapat terjadi sewaktu-waktu serta yang nantinya dapat digunakan oleh para pengungsi. Selain itu, pemkot juga telah menyiapkan jalur alternatif lain untuk mengantisipasinya dengan membuka jalur jalan melewati Desa Kali. (req)
