BITUNG—Sampah dan tumpahan minyak yang selama ini dikeluhkan sejumlah pihak di Selat Lembeh Kota Bitung bukan hanya isapan jempol belaka. Buktinya, ketika sejumlah peserta upacara dibawah laut dalam rangka HUT Kota Bitung ke-21, Selasa (11/10) melakukan intro dive di seputaran dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI), sampah dan tumpahan minyak sangat jelas terlihat.
Pemandangan ini sendiri disaksikan dan dialami langsung oleh sejumlah wartawan Desk Kota Bitung yang ikut dalam kegitan tersebut. “Ini benar-benar sangat memamulakan, karena saat ini Pemkot Bitung sementar gencar-genjarnya menjual keindahan dibawah laut Selat Lembeh namun sayang sampah dan tumpahan minyak ikut menjadi penghalang,” kata Wartawan Swara Kita, Ferdy Pangalila.
Bahkan Pangalila sendiri sempat memungut sejumlah sampah botol kaca yang ia temukan didasar laut, serta aneka sampah plastika lainnya yang katanya tersangkut diantara turumbu karang. “Pemkot Bitung harus serius menyikapi masalah ini, jangan sampai Selat Lembeh senasib dengan Pulau Bunaken yang mulai rusak karena sampah,” ujar Pangalila.
Tak hanya Panglila, namun Melky Tumiwa, Wartawan KBR Antara mengaku sempat meminum air laut bercampur minyak ketika ia kepermukaan air untuk mengatur alat penyelama yang digunakan. Bahkan Roy Pesak Wartawan RRI mengaku sangat terganggu dengan tumpahan minyak yang mewarnai permukan laut Selat Lembeh. “Aroma bau minyak sangat jelas tercium ketika berada dipermukaan, bahkan badan terasa gatal dan licin ketika keluar dari air,” ucap Pesak seraya mengaku google yang digunakannya buram karena terkena minyak.
Menanggapi masalah tersebut, Wakil Walikota Bitung, Max Lomban mengaku ikut prihatin. Namun menurutnya, salah satu tujuan dilibatkannya sejumlah wartawan dalam kegiatan penyelama tersebut memang untuk melihat langsung kondisi Selat Lembeh.
“Memang seperti inilah kondisi Selat Lembeh, untuk itu diperlukan keterlibatan semua pihak agar sadar dan mau bersama-sama menjaga laut. Namun yang jelas kedepannya kita akan upayakan agar masalah sampah dan tumpahan minyak ini bias teratasi,” kata Lomban.
Untuk itu Lomban berharap dukungan semua pihak agar ikut bersama-sama menjaga Selat Lembeh. Terutama para pengusahan kapal dan instansi yang bersinggungan dengan laut untuk bersama-sama menjaga kebersihan Selat Lembeh.(en)
