Tambang Emas Toka Tindung merupakan salah satu tambang emas yang memiliki tingkat Cadangan Bijih emas tertinggi serta Umur Tambang (Life of Mine–LOM) terpanjang di kawasan Asia Tenggara menurut konsultan industri pertambangan CRU International Limited (CRU).
Dengan pertumbuhan volume produksi yang stabil sejak tahun 2011, Archi telah berhasil memproduksi lebih dari 200 (dua ratus) kilo ons (setara dengan 6.2 ton) emas per tahunnya sejak tahun 2016, dan mencatatkan rekor produksi tertinggi mencapai 270 kilo ons (setara dengan 8,4 ton) emas.
Hingga akhir tahun 2020, Archi baru mengeksplorasi dan menambang emas sekitar 10% (sepuluh persen) dari total keseluruhan area konsesinya yang memiliki luas sekitar 40.000 hektar.
Itu sebabnya, Archi masih memiliki potensi penambahan Cadangan Bijih emas secara signifikan.
Adam juga menambahkan tentang informasi terkait pencatatan keuangan Perseroan, serta peran Archi sebagai penyumbang pemasukan negara.
“Pada tahun 2020, Archi mencatatkan total Pendapatan sebesar US$393,3 juta dan merupakan penyumbang nilai pajak dan royalti terbesar dari sektor industri pertambangan emas di provinsi Sulawesi Utara, di mana sekitar 98% (sembilan puluh delapan persen) dari total Pendapatan Perseroan pada tahun 2020 dihasilkan dari penjualan emas,” ungkap Adam.
Selain itu, komitmen Perseroan dalam melakukan berbagai upaya efisiensi biaya juga berdampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan, di mana Archi berhasil mencatatkan Laba Bersih sebesar US$123,3 juta pada tahun 2020 lalu.
Selain dari sisi operasional dan keuangan, Archi juga fokus dalam pengelolaan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
Hal ini merupakan elemen vital bagi manajemen Archi Indonesia.
Untuk itu, Archi telah menerapkan struktur dan kebijakan tata kelola perusahaan yang kuat karena Perseroan percaya bahwa praktik terbaik GCG memungkinkan pengelolaan pemangku kepentingan yang efektif dan efisien.
Sebagai contoh, dari sisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Operational Health and Safety – OHS), Archi berkomitmen untuk mengimplementasikan dan secara konsisten memperbaiki Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Itu semua agar Archi dapat memperbaiki kinerja kesehatan dan keselamatan kerja tambang, melalui program TOKA SAFE.
Dalam program itu termasuk pencegahan insiden dan penularan penyakit pada saat kerja, di mana prosedur dari program tersebut secara rutin dievaluasi oleh Internal Audit.
Selain itu, Archi juga menjunjung tinggi komitmen terhadap keberlangsungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Belum lama ini, Archi mendapatkan hasil penilaian yang memuaskan atas kinerja praktik Environment, Social and Governance (ESG) di Tambang Emas Toka Tindung oleh konsultan lingkungan independen, PT Lorax Indonesia (Lorax).
Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menyatakan, Archi tidak berpuas diri atas hasil penilaian tersebut dan berkomitmen untuk terus melakukan peningkatan dari sisi praktik-praktik tata kelola perusahaan yang baik serta keperdulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Hal ini dibuktikan dari berbagai penghargaan yang telah diterima oleh Archi maupun Entitas Anak, PT MSM dan PT TTN, termasuk penghargaan ADITAMA dengan peringkat Penghargaan Emas.
Penghargaan itu terkait pengelolaan lingkungan pertambangan secara berturut-turut sejak 2013-2019 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.
