TOMOHON – Kawah Tompaluan, Gunung Lokon di Provinsi Sulawesi Utara masih memuntahkan dua kali letusan dinihari, Sabtu (29/10).
“Letusan terjadi pada pukul 01.10 WITA dan 01.14 WITA. Ketinggiannya tidak bisa kami perkirakan karena saat terjadi letusan keadaan sekitar kawah gelap,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina, Sabtu (29/10).
Dia mengatakan, peluang terjadinya letusan masih sangat mungkin terjadi. Alasannya, hingga kini masih ada suplai-suplai energi berupa gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal.
“Hari Jumat (28/10) ada beberapa kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo maksimum. Ini menggambarkan suplai energi dari kantong magma masih tinggi. Suplai energi ini akhirnya dikeluarkan dalam bentuk dua kali letusan dinihari tadi,” ujarnya.
Enam jam sejak pukul 00.00 WITA hingga 06.00 WITA, dijelaskan Farid, terekam satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo tujuh milimeter, 36 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo tiga milimeter hingga 12 milimeter dan amplitudo tremor 0,5 milimeter hingga lima milimeter.
Sedangkan secara visual menurut dia masih tampak asap putih tipis hingga tebal dengan ketinggian 100 meter hingga 250 meter.
“Secara keseluruhan aktivitas Gunung Lokon masih tinggi dengan peluang masih akan terjadi letusan-letusan dengan ketegori kecil,” katanya.
Masih terjadinya letusan-letusan kecil, ujar dia, harus disikapi warga dengan menjauhi radius bahaya Gunung Lokon yaitu 2,5 kilometer dari kawah Tompaluan. Apalagi, saat terjadi letusan kadang kala diiringi dengan lontaran material pijar dari dalam kawah.
“Kami tetap berharap warga bersiaga. Jangan melakukan aktivitas di radius bahaya yang telah direkomendasikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung. Begitupun dengan status Gunung Lokon yang masih ditetapkan siaga level III,” katanya.
Kondisi ini, ujar dia, harus diiringi dengan kesiagaan dan tetap menuruti arahan-arahan dari pemerintah. Letusan besar Gunung Lokon terjadi 14 Juli 2011 dan 17 Juli 2011. Tanggal 17 Agustus 2011 dan 24 Agustus 2011 kembali meletus. Pascaletusan tersebut, gempa vulkanik terus bergerak fluktuatif dan kadang disertai dengan letusan-letusan kecil.(jor)
