MITRA, BeritaManado.com – Angga Karepoan, salah satu dari ratusan massa Desa Basaan yang melakukan pengrusakan di kantor Polsek Ratatotok dan pembakaran dua rumah milik Elisabeth Laluyan atau Ci Gin, terpaksa ditembak petugas.
Dikatakan Kapolres Minsel AKBP Benny Bawensel SIK SH melalui Kasat Reskrim AKP Syaiful Wachid, petugas terpaksa menembak Angga karena berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih parah saat kekacauan, Jumat malam (17/4/2015) sekitar pukul 22.00 wita.
“Dia (Angga, red) saat itu tengah membuat keributan dan terpaksa ditembak. Peluru petugas sendiri mengenai rusuk kanan korban. Saat ini korban sedang dalam perawatan medis di Rumah Sakit Bethesda Tomohon,” tukas Wachid.
Kapolres Minsel AKBP Benny Bawensel SIK SH, meminta warga masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan melanggar hukum.
“Jangan bertindak anarkis, serahkan sepenuhnya kasus tersebut ke pihak kepolisian, dan jangan main hakim sendiri,” imbau Bawensel.
Sementara itu, warga berharap pemerintah daerah pro aktif melihat persoalan yang terjadi di wilayahnya.
“Selama ini pemerintah daerah tidak pernah menunjukan batang hidungnya. Padahal situasi di Ratatotok ibarat bom waktu yang sewaktu-waktu meledak. Dan itu sudah terjadi tadi malam,” ujar sejumlah warga Ratatotok.
Mereka juga mendesak agar pemerintah daerah segera menutup lokasi tambang tersebut karena sudah banyak menimbulkan masalah.
“Akibat tambang tersebut, sudah banyak korban dan kerusakan yang terjadi. Makanya lebih baik tambang tersebut ditutup, dari pada meminta korban lebih banyak lagi,” pintah warga.
Diketahui, pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 wita ratusan massa dari Basaan melakukan penyerangan di Polsek Ratatotok. Selain itu, massa juga membakar dua buah rumah milik Ci Gin, ibu dari Jemmy Asiku pemilik IT Center Manado.
Pemicunya persoalan itu sendiri tak lain lantaran masalah sengketa lokasi tambang juga penangkapan salah satu warga Basaan oleh pihak kepolisian. (ruland sandag)
