
Jakarta – Kisruh KKK terus saja bergelinding, apalagi KKK yang mengaku dipimpin Pdt Jemmy Tampi. Bahkan arus penolakan terhadap kepemimimpinan Tampi kembali berdatangan, seperti disampaikan Ketua Rukun Kaneyan, Noldy Pratasis.
Disampaikan, selaku Ketua Rukun Kaneyan secara tegas menolak Pdt Tampi memimpin KKK.
Kami rakyat Minsel di Jakarta, belum pernah menikmati atau tidak pernah mendapat perhatian bagi rukun-rukun yang ada di Jakarta. Dan saya sebagai Ketua Rukun Kaneyan menolak keras jika K3 Minsel dipimpin Pdt Tampi tidak bisa membawa kesejahteraan bagi anggota. Apalagi sekarang mengklaim Ketua K3 Kawanua. Hanya orang bodoh yang akan mengikutinya – Pratasis.
Dirinya menganggap Pdt Tampi rakus jabatan. “Ketua K3 Kawanua, Benny Mamoto yang terpilih sudah pantas dan teruji dalam hal kepemimpinan. Orangnya tenang dan bergaya apa adanya. Jadi saya sebagai Ketua Rukun Kaneyan meminta kepada Pdt Tampi harus bijak dan perbaiki kinerja K3 Minsel dan tidak usah berfikir untuk menjadi K3 kawanua. Masih banyak kesempatan bila K3 Minsel sudah menujukan perubahan, saya yakin untuk periode berikut bisa tercapai,” imbuhnya.
Pratasis yang juga merupakan Ketua Umum PAMI menyatakaan dukungannya atas kepemimpinanan KKK dibawa Irjen (Purn) Pol Benny Mamoto serta EE Mangindaan dan Benny Tengker. (Tim BMC)
Baca juga:
- Mengaku Pimpin KKK, Pratasis Nilai Tampi Rakus Jabatan
- Noldy Pratasis: Mereka Memimpin Kerukunan Bukan Partai
- KKK Pimpinan Jimmy Tampi: Kami Direstui para Pendiri
- Endey: “KKK Dibawah Pdt Jimmy Tampi Tak Diakui”
- KKK Targetkan Setor 40 Miliar Untuk Bank Sulut

Pendeta hanya sebagai kedok saja!!! Pendeta kok penipu!!!
jelas sekali laporan dikepolisian jelas sudah ada!
dipikir!!
Alangkah eloknya dalam masalah seperti ini tidak menggunakan identitas pelayanan pdt.
Biarlah gelar pendeta itu dipakai dalam gereja, dalam pelayanan, bukan dalam konflik kepentingan seperti ini.
http://beritamanado.com/kkk-pimpinan-jimmy-tampi-kami-direstui-para-pendiri/comment-page-2/#comment-122984
hanya barisan sakit hati dan pengikutnya yang punya pandangan sempit, negatif dan mau menjatuhkan orang yg tidak disukai. hari gini tidak laku lagi ‘provokasi’ sprti ini…
Spirit Baru Kawanua !!!
Pdt. JT…. nayar dulu hutang2nya. Jangan berkedok dengan jabatan PDT.
Ditulis oleh Mingguan BAKINNews
Selasa, 27 Maret 2012 02:56
Pedagang SPR Laporkan
PT. CSR ke Polda
Padang (Sumbar), BAKINNews—Merasa hak nya digelapkan PT. Cahaya Sumbar Raya (PT. CSR) Pedagang Sentral Pasar Raya (SPR) melaporkan investor pengembangan tersebut ke Polda Sumbar. Senin, 5 Maret lalu, Sekretaris ikatan Pedagang SPR, Syafnina Wati melaporkan Direktur PT. CSR, Jimmy Hendrik Tampi dengan tuduhan penggelapan dana asuransi gempa gedung SPR sebanyak Rp. 72 Miliar. Laporan tersebut diterims AKBP. Mulyadi, SH., Kepala SPKT Polda Sumbar dengan tanda terima nomor: STTL/59.A/III/2012/Spkt Sbr.
“Hari ini Saya diperiksa penyidik Polda Sumbar sebagai saksi pelapor,” kata Syafnina Wati, Kamis (15/3) di Kantor Ditreskrim Polda Sumbar. Dikatakannya, pihaknya melaporkan Jimmy Hendrik Tampi karena dana klaim asuransi gempa gedung SPR sebanyak Rp 72 Miliar digelapkannya dengan dalih asuransi tersebut adalah asuransi hutangnya di Bank. Padahal, yang diasuransikan itu adalah Gedung SPR yang sebagian sudah menjadi hak milik kami.
Dijelaskan Syafnina Wati, berdasarkan perjanjian antara PT. CSR dengan Pemko Padang, PT. CSR wajib mengasuransikan gedung SPR. “Dana untuk mengasuransikannya sudah dimasukkan kedalam harga jual petak took,” jelasnya, seraya mengatakan, dengan demikian tentu kami yang sudah membeli petak toko tersebut berhak pula atas dana klaim asuransi yang diterima PT. CSR tersebut, yakni sesuai porsi hak kepemilikan satuan rumah susun,” tegasnya lagi.
Ditambahkannya, pihaknya telah mendatangi PT. Wahana Tata, perusahaan asuransi yang menjamin gedung SPR. Pimpinan Wahana Tata mengatakan, dana klaim asuransi gempa gedung SPR sebanyak Rp 72 Miliar sudah diterima oleh PT. CSR. Anehnya untuk pembangunan kembali gedung SPR, pedagang SPR kok dibebankan lagi biaya pembangunan bersama, sementara dana asuransi dan hasil penjualan bongkaran runtuhan gedung lama tak diperhitungkan sebagai milik bersama.
Diceritakan Syafnina Wati, akhir Desember 2010, Jimmy Hendrik Tampi mengundang 21 pedagang SPR di Restoran Suaso di Kawasan Gor H. Agus Salim Padang. Disana dijelasan bahwa pembangunan kembali gedung SPR butuh dana Rp 110 Miliar. Untuk itu, pedagang dibebankan biaya pembangunan bersama sebanyak Rp 335 Juta untuk posisi hok dan Rp 300 Juta posisi badan dengan ukuran toko 14 m2. Rp 185 Juta (hok) dan Rp 150 Juta (badan) untuk ukuran 7 m2. Rp 150 Juta untuk ukuran toko 4 m2. “Anehnya, penetapan biaya tersebut tanpa dimusyawarahkan dengan pedagang,” ujarnya.
Menindaklanjuti pertemuan tersebut, lanjut Syfnina Wati, awal Januari 2010 seorang pedagang bernama Harmainis Jhon mengatas namakan dirinya sebagai Ketua Asosiasi Pedagang SPR mengundang pedagang bertemu di Gedung Sasana Karya Padang. Intinya padagang diminta menandatangi surat pernyataan berminat memiliki kembali petak toko yang akan dibangun kembali pasca runtuh akibat gempa 30 September 2009, dengan mengikuti persyaratan-persyaratan yang ditetapkan PT. CSR dan bersedia membayar biaya pembangunan bersama yang ditetapkan PT. CSR.
Dua minggu kemudian, dilakukan lagi pertemuan di Hotel Padang. Pertemuan yang dihadiri 116 orang pedagang SPR itu menolak pembebanan biaya pembangunan bersama yang ditetapkan sepihak oleh PT. CSR. “Pedagang SPR mau menambah biaya pembangunan kembali kalau gedung yang akan dibangun serupa dengan yang lama, beban tambahan sesuai RAB yang dihitung bersama dengan melibatkan tim independen dikurangi dengan dana klaim asuransi gempa yang diterima PT. CSR. “Selanjutnya, dibebankan kepada pedagang sesuai hitungan perbandingan proporsional kepemilikan satuan rumah susun,” Jelas Syafnina Wati.
Dikatakannya, pihak pedagang telah berulang kali melakukan ,,,, masih ada sambungan bos
ngoni karu so gila ,,, deng ngoni ndak jelas baku dapa katuk deng dia ,,, jo
Noldy Pratasis, masyarakat Sulut sudah muak dengan segala sepak terjangmu!!! Penipu/Pemeras/Provokator telah melekat dengan dirimu!!!
bicara kaya di hutan aja lo?rukun kecil mau bicara rukun besar.ngaca lo Noldy