Manado – Sekitaran 50-an mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Peduli Kesehatan (Kompak) siang tadi mengelar demo di RSUP Kandow Malalayang.
Mahasiswa yang terdiri dari beberapa organ kemahasiswaan Unsrat tersebut menuntut agar tidak adanya deskriminasi pelayanan. “Kami hanya menginginkan agar setiap pasien di RSUP Kandow diberlakukan sama. Tidak ada sikap diskriminasi,” Papar Efan Stevanie Runtukahu saat berorasi.
“Sikap deskriminasi dalam memberikan pelayanan terhadap pasien sangat jelas. Kalau orang kaya langsung dilayani dengan pelayanan yang super extra. Namun sebaliknya pemberlakuan tidak layak kepada para pasien yang kurang mampu atau ekonomi menengah kebawa,” lanjut Braits Arunde yang merupakan salah satu orator.
Sayang demonstrasi mahasiswa yang menuntut respek dari pihak RSUP Kandow, mereka malah tidak ditemui oleh pimpinan. Hal ini diakibatkan ada acara peresmian di RSUP Kandow yang dihadiri oleh beberapa pejabat penting di Sulut.
“Jadi karena pimpinan atau Dewan direksi RSUP ada acara peresmian yang dihadiri oleh Dirjen Kemenkes RI serta Gubernur Sulut maka mereka belum Bisa menerima para pendemo,” tutur salah satu pegawai RSUP Kandow.(gn)
