Bisnis dan Ekonomi

RS Siloam Prakarsai Transformasi Kesehatan

MANADO – Rumah Sakit Siloam memprakarsai transformasi kesehatan bagi masyarakat Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) dengan mengutamakan pelayanan yang prima.

Rumah Sakit Siloam Manado bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia(IDI) memprakarsai transformasi kesehatan bagi Kota Manado, Sulawesi Utara(Sulut) dengan menggelar clinical simposium bertajuk ‘Update in:Hepatobiliary Diseases, Imaging Technique and New Frontier in Neurosurgery.

Simposium yang menampilkan lima dokter spesial nasional tersebut dihadiri sekitar 150 dokter yang ada di Manado dan daerah sekitarnya.

Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia(IDI), DR, Dr Priyo Sidipratomo, SpRad dalam simposium tersebut menjelaskan tentang posisi dokter Indonesia di era globalisasi serta masalah pendapatan dokter secara umum.

“Bicara glabalisasi sebetulnya bukan masalah dokter dan rumah sakit, tetapi justru yang paling penting bagaimana kebijakan pemerintah terhadap kesehatan,” kata Dr Priyo.

Sebab kesehatan itu, kata Priyo bukan hanya persoalan jasa saja, tetapi justru yang tidak kalah penting adalah investasi kesehatan.

Sementara mengenai gaji yang layak bagi dokter, kata Priyo, untuk dokter umum minimal Rp20 juta hingga 30 juta per bulan, sedangkan dokter spesialis Rp60 juta hingga Rp90 juta.

Priyo mengemukakan jumlah dokter di Indonesia saat ini berkisar untuk dokter umum berkisar 80.582 dan dokter spesialis 20.736 orang, dengan sebaran 59 persen jenis kelamin wanita dan 41 persen pria.

Pembicara lainnya, Prof Dr dr Laurentius A Lesmana, SpPD membawakan materi bertemakan, “Interventional Therapy In Liver Gi Disorder.
Prof DR Dr Ali Sulaiman, SpPD dengan tema “From Hepatitis A To Hepatitis:Differential Diagnosis and Choice of Therapy”, dr Eko Purnomo, SpKN, dengan materi bertemakan, Pet CT dan Spect, Advance in Imaging For Diagnostic and Treatment, serta Prof DR Dr Eka Wahyupramono,SpBS dengan “New Frontier in Neurosurgery and Innovation.

Ketua IDI Sulut, Dr BJ Walelang, SpPD mengatakan, simposium ini akan sangat berguna bagi para dokter spesialis dan dokter umum di Manado karena akan diperlengkapi dengan informasi terkini tentang pengembangan dunia medis yang berjalan sangat cepat. (is)

Satu tanggapan untuk “RS Siloam Prakarsai Transformasi Kesehatan”

  1. Judul diatas sangat bersifat ‘Image Product’. Apakah dengan demikian penolakan atas dibagunnya RS Siloam di Eks-Matahari akan di seetujui?

    Seminar apapun itu sangat bagus, hanya jangan sampai ada muatan ‘Legalisasi’ pembangunan RS Siloam. KALAU di bangun di luar daerah padat transpotasi seperti sepanjang jalan ring road saya rasa banyak yg akan setuju di tunjang dengan penganganan limbah yg pofesional.

    Limbah dari Kawasan MEga Mas saja sudah sangat mencemari laut belum lagi mal – mal di sekitarnya yg penanganan limbah merupakan prioritas TERAKHIR mereka. Ditambah lagi akan di bangun RS Siloam. Ah … Betapa suramnya kondisi lingkungan kita.

    MArilah kita bepikir kedepan,
    1. Apabila pesisir pantai manado di penuhi mall – mall dengan penanganan Limbah yg tidak profesional di tambah pembangunan Rumah Sakit …. Akan jadi apa nanti BUNAKEN yg kita cintai dan banggakan kedepannya ??? ….
    2. Padatnya kendaraan dan polusi yg di tumbulkan oleh kota Manado paling besar di sumbang oleh area mana?
    3. Berkaca dari Pelayanan di Daerah Jakarta – Banten ttg RS Siloam … Apakah yg di dapat oleh warga sekitar? terlebih warga Jakata dan Banten? .. Jawabannya adalah TIDAK ADA. malah yg di terima adalah polusi dan sisa – sisa sampah berserta bau dari pembuangan sampah.
    4. Terakhir, RTRW yg amburadul menyebabkan Pembangunan yg tersentral dan tanpa perencanaan, imbasnya? selain masalah transportasi dan Lingkungan, masalah sosial kependudukan yg fenomenanya seperti Gunung Es akan muncul.

    Salam,
    Sam

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara