RATAHAN – Gemas melihat sepak terjang Roy Pangemanan, Mantan Kepala Inspektorat Mitra, yang membawa sendiri temuan Inspektorat, dan BPK ke Kejati Sulut. Koordinator Relawan Sulut Nyaman Mitra, Veppi Rambi, mengatakan, pihaknya menyayangkan sikap, dan tindakan Roy Pangemanan SH, sebagai seorang birokrat.
”Saya terlahir bukan seorang PNS apalagi birokrat, tetapi melihat sepak terjang birokrat seperti Roy Pangemanan, saya berpikir bahwa ada satu yang salah dalam pendidikan kepegawaian, sehingga seorang PNS tidak lagi loyal terhadap atasan, dan negara. Masak kepala Inspektorat membawa temuan ke lembaga atau institusi lain tanpa koordinasi dengan Bupati. Ingat, temuan itu masih berupa rahasia negara, dan bupati siapapun dia merupakan simbol negara. Jadi dia (Roy) menurut saya harus diberi sanksi yang keras, sesuai dengan etika, dan sumpah PNS, dan jabatan, ”ujar Rambi kepada beritamanado, Rabu (23/2).
Wakil Ketua PG Mitra ini, meminta agar Badan Kepegawaian (BKD) Mitra, dan Sekda Mitra harus mengambil tindakan tegas terhadap oknum pegawai yang tidak menghormati Bupati Mitra yang merupakan lambang pemerintah sekaligus negara di Kabupaten Mitra, tidak mampu menyimpan rahasia negara, dan tidak loyal kepada atasan. ”Kalau semua pegawai, apalagi birokrat model begini mau jadi apa ini negara, ”ujarnya.
Veppi, mengatakan, dia bukan melihat soal benar salahnya temuan itu. ”Itu soal lain, dan pembuktiannya nanti dilakukan aparat penegak hukum. Tapi saya pertanyakan sikap, dan perilaku seorang birokrat yang model begini. Saya kira siapapun bupati, dan kepala daerah akan takut memakai birokrat model begini, ”ujar Veppy menyayangkan.(abm)

Makanya di SULUT tidak Ada raja pada masa dahulu soalnya semua ingin jd raja. Sampai Pada masa modern ini banyak orang SULUT cucu-cucu dari belakang dorang pe pemimpin. Ingat itu bangsa Israel 40thn dipadang gurun taputar-putar disitu karena keras kepala Dan sungut-sungut selalu mau hrs ikuti do rang pe mau. Kalau ingin SULUT maju… Dukung itu pemimpin sampe berakhir masa jabatan. Kalo dia jelek dan nyanda butul… Jangan pili ulang pa dia. Totang
Veppy rambi so lia itu perkembangan dan perubahan di MITRA yg luarbiasa makanya dia sdh diam. Kalo Ada yg nyanda beres lg pasti dia batiup ulang.
Skarang uda bulan november thn 2011. Bgmn dgn semua tuduhan Roy pangeman??? Sampe pemerintah propinsi nda mau pake pa dia. Kalo dia memang benar pak SHS so lama pake padia. Soalnya pak SHS paling suka itu namanya whistleblower. Liat mantan SEKDA MITRA sdh naik di propinsi. Itu karena SHS liat ini mantan SEKDA bisa kerja baik.
Roy Pangemanan tu yg betul, dia buka temuan BPK 2009 masih status sebagai Kepala Inspektorat bukan status Non aktif,…., jd sdr. Veppy Rambi yg mesti sadar krn pd wkt2 yg lalu dia tu yg getol hajar2 bupati, masih ada ni kliping2 koran wktu yg lalu,…. ta fikir dia so tagepe.
HMM……..INI KHAN KEPENTINGAN POLITIK SEGELINTIR ORG YG DIBUNGKUS DENGAN RETORIKA KEPENTINGAN MASYARAKAT
Apa yg Roy P lakukan memang baik. Tapi cara yang dia lakukan, tidak benar. Sebagai birokrat, Roy mempunyai atasan. Temuan berupa apapun, harus disampaikan dulu ke atasan.
@Nyu, maaf ya, kalau anda dekat dengan mereka bahkan sangat dekat, sarankan saja biarkan semuanya itu mengalir. Sifat feminim anda mengingatkan teman saya dulu saat di SMA. Itu tantangan terberat dalam hidup. Bersandar jo pa Tuhan. Jang rupa sara krn menggunakan pikiran sandiri merusak rencana Allah… (iyo toh di kase Hagar pa Abraham akhirnya Israel menderita sampe skarang). Sikap memproteksi anda tidak akan membuat situasi lebih baik, krn org2 yg anda ‘simpati” itu juga sudah menikmati “berkat melimpah” bersama-sama sebelumnya,
@Nyu-Malumpinar…. terima kasih atas tanggapan anda, anda benar, tapi skali lagi itu kacamata anda, kacamata kita masyarakat, mau yg IDEAL. Tapi politik tidak sesimpel dan semurni yg kita bayangkan. Teori dan harapan rakyat itu murni. Tapi aktor2 politik kita di Indonesia di Mitra khususnya jauh dari harapan. Mari kita bedakan antara politik, manajemen dan Tuhan.
Saya tidk kenal Roy, tapi cara yg dia lakukan coba anda tanya ke semua birokrat nyanda ada yg stuju. simak pernyataan Sekda prov. pak Robby M, bahwa pergantian pejabat (Roy) itu hak bupati …
Ketika seorg ditunjuk menjabat ada sumpah jabatan. Informasi g dimiliki pjbt tsb tidak bisa diobral begitu saja kawan, ada depe jalur, keterbukaan sodara bukan berarti telanjang. Kalau dia terdesak katakan waktu itu, kmdn bilang enjoy, eh kok skrg ikut dgn para pendemo bawa semua data2 di Kejaksaan. Kelihatan sekali toh motifnya. Lepas dari bupati salah atau tidak. Yg saya kecam cara Roy memang itu tidak etis.
Coba saja anda dirumah pembantu anda mengobral tentang ketelanjangan anda di depan umum…..detail dan jelek2 lagi.Bilang samua ngana pe dada puru dst.
Sodara, soal pejabat yg jujur jangan bermimpi itu. Samua pejabat di pa torang sana so terlena dgn jabatan. tunjangan kinerja saja eselon II itu sekitar 10 juta. Mar.tetap di proyek drg bagigi..??? jadi jgn terlalu yakin, lihat saja 2 anggota dewan Mitra pinjam doi di APBD, gila nyanda itu. Ketahuilah peningkatan pendapatan dan fasilitas para eksekutif , legeslatif bahkan yudikatif di negara kita tidak sebanding dengan kinerja yg mereka hasilkan. Co ngana lia, Sama seperti kabupaten2 baru, Mitra mengalami nasib yg sama, torang cuma penonton melihat bagimana korupsi dari jakarta cuma rupa ada sorong di ratahan. Potret wajah otonomisasi …very sad….
Mitra pe soal kwa JaDi so nda “cuuun” dgn T2. Dan tanpa JaDi sadari dia so mulai menujukkan pembangkangan pa T2 karena dia tau T2 tinggal hitung hari…. sama kwa dgn Jantje Sajouw di Minahasa. Nah T2 juga sebagai Bupati, belum terlalu lihai dalam MEMANAGE kabupaten, terlalu memfokuskan diri dalam kerohanian. Dia tidak mengupgrade diri sejak jadi Bupati, …Itulah yg kita bilang Politik, Manajemen dan Tuhan
Hallo, pak Musa Sanjaya:
Anda salah satu pengamat politik yang baik. Seandainya prediksi anda benar akan terjadi seperti itu, pertanyaan saya: mana yang anda lebih sukai pemerintah yg dipimpin oleh org yg jujur, terbuka, tidak koruptif, tidak kolusif dan jadi panutan masyarakat serta mampu melihat dan membedakan mana hitam mana putih atau sebaliknya….orang yang jadi pemimpin adalah orang-orang kelas “VIKTOR—alias vikiran kotor alias pikiran bata2….Pak Musa maaf ini cuma sekedar sharing saja: KEJUJURAN IS THE FIRST CHAPTER OF WISDOM……DAN WISDOM sangat dibutuhkan bagi kaum politisi abad modern. Memang selama ini kalu bicara politik, kita bicara tentang seni mencari -cari kelemahan orang lain, ketika ditemukan atau bahkan tidak ditemukan dia mendiagnosa dengan cara yang tidak benar serta menerapkan solusi yang salah…..Maklum. seorang pemikir Politik namanya George Bernard Shaw bilang: “He knows nothing; and he thinks he knows everything”………..sebagai putra Mitra saya cuma berharap biarlah kasus pak Roy ini torang jadikan pelajaran yang sangat berharga dan mahal dan kedepan rakyat Mitra akan semakin banyak dipimpin oleh pejabat2 yg jujur dan terpercaya di masyarakat……Berpolitik, boleh tapi berpolitik yang jujur, lebih takut Tuhan daripada manusia, role model, smart, mampu membedakan mana hitam mana putih. dan tentu yang tidak korup………Maaf pak Musa….kalo kita beda pandangan………mudah2an satu ketika ada titik temu….yg penting “masih dalam “Bhineka Tunggal Ika” ….. peace
Apa yg qt tabur itu nanti yg akan qt tuai..
Iyo, kalu torang di pihak masyarakat, mar sdr warga pesisir, apakah roy orgnya black en white bagitu. Apa tidak ada “rencana lain”. Coba anda cermati kondisi politik di Sulut. Gaya ini banyak dilakukan oleh para “penghianat”. Kita beking simple, kalu itu butul T2 jatuh JaDi nae Bupati …Roy jadi Sekda…, …kalu ente dapa baca????
Luar biasa,,harusnya pak roy ini di apresiasi,,,karna keputusan yang dibuat,,,sangat beresiko untuk karirnya kedepan,,,tapi yang namanya pelanggaran harus dibuka,,jangan ditutup-tutupi,,,biarlah semua berproses sesuia aturan yang berlaku,,,kalo ada pelanggaran trus di tutupi,,,lama2,,so nda da masyarakat yang mo percaya kepada pemerintah,,karna pasti ci cap, caberes,,,,tapi kalou seperti ini kan,,hebat,,,masyarakat bisa tau,,,,dan birokrasi yang seperti ini,,sy rasa yang paling cocok di saat skarang ini,,,,
Hallo Veppy:
Pola pikir seperti pak Veppy nampaknya sudah ndak tepat lagi. Era sekarang, betul kata Charles: sudah era transparansi, era Good Governance….era sangat menghargai “karyawan yang berani bersiul tentang kelakuan negatif atasan….Silahkan buka websitenya KPK…..Disitu ada fasilitas yang memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk melaporkan perbuatan yg sudah ada indikasi korupsi atasan tanpa harus menyebut identitas/siapa pelapor. Tapi laporan tersebut harus valid. Dan pelapor akan dilindungi KPK. Memang sebagai pegawai dorang so disumpah antara lain harus menjaga rahasia negara. Tapi rahasia tsb. tentu untuk kepentingan umum dan bukan untuk kepentingan pribadi atasan apalagi yg sudah ada indikasi “koruptif, kolusif”. Orang seperti pak Roy Pangemanan layak dilindungi dan wajar kalau satu saat beliau akan dapat “Whistleblower Award”. Hallo, pak Gub: orang seperti Roy Pangemanan adalah manusia yg terang2an sangat mendukung program Bapak: “membangun tanpa korupsi”. Beliau layak dipromosikan karena dunia sekarang masih susah mencari pegawai seperti beliau: “bekerja dengan hati nurani, lebih tako pa Tuhan daripada tako pa atasan untuk dipecat.” Dan itulah makna dan implementasi “sumpah dan janji beliau ketika dilantik sebagai PNS atau pejabat. Hubungan sumpah dan janji itu jelas dengan Tuhan dan manusia. Bayangkan, seandainya Veppy sudah bersumpah pake alkitab lei and so didoakan pendeta lei tapi dalam kenyataan turut memelihara perbuatan yg ndak dikehendaki Tuhan dan sesama Manusia. Apa kata dunia skaraaang….Bravo….! pak Roy. I stand behind you. For Veppy, feel sorry for your comments…..
whistle blower sangat dibutuhkan untuk membongkar kebusukan dan konspirasi kejahatan besar terhadap rakyat. Suatu pengorbanan yang luar biasa bagi seseorang untuk menjadi whistle blower, karena sangat jelas dia telah melawan arus dan membuat para koruptor gerah. Di era good governance dewasa ini, whistle blower system telah diadopsi berbagai entitas termasuk komersial dan pemerintah, yang bertujuan untuk menghapus praktek korupsi yang selalu berlindung dalam sistem yang dibuat oleh para leader koruptor.