Manado – Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut Taufik Tumbelaka menilai rolling pejabat di Pemerintah Provinsi tak rasional.
“Rolling itukan sebetulnya adalah rasionalisasi, dimana menempatkan seseorang pada posisinya sesuai dengan kapasitas,” ujarnya.
“Persoalannya pada saat menempatkan pejabat, itukan ada kajian, dan pada akhir-akhir ini terjadi rolling pejabat secara tiba-tiba dan terkesannya cuma asal-asal, karena tidak dalam kajian yang matang,” jelasnya.
Pasalnya ada pejabat yang baru saja menduduki posisi dan jabatan baru tetapi sudah dirolling ulang dalam waktu yang terbilang singkat.
“Jadi bagaimana menilai pejabat itu, baru duduk sudah dirolling ulang,” sindir Tumbelaka.
Diapun menambahkan, hal ini menimbulkan kebingungan, kalau ada yang menilai rolling kali ini tidak dalam kajian yang matang tentu tidak bisa disalahkan.
“Karena memang rolling kali ini kesannya cuma asal rolling padahal rolling itukan rasionalisasi, masuk akal tidak orang (pejabat) ditempatkan disitu, contoh yang paling terasa itu adalah Gledy Kawatu, dia belum lama disitu (menjabat Karo Orpeg Setda Prov Sulut),” tegasnya.
