“Baru kali ini pertumbuhan investasi di luar Jawa lebih besar dari yang di Jawa. Tahun 2021, target investasi Indonesia sekitar Rp900 triliun. Kuartal pertama sudah capai Rp200 triliun dan terbanyak itu dari daerah di luar Pulau Jawa,” beber Bahlil.
Lanjut Bahlil, pengusaha sangat berperan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang didominasi dari sektor konsumsi (daya beli masyarakat).
“Pengusaha adalah pahlawan menjaga kedaulatan bangsa sehingga pemerintah harus mendukung, salah satunya menghadirkan UU Ciptakan Kerja yang memangkas birokrasi yang berbelit-belit,” ujar Bahlil.
Silahturahmi malam ini turut dihadiri Arsjad Rasjid, yang merupakan Wakil Ketua Umum KADIN bidang Pengembangan Pengusaha Nasional yang fokus untuk mengakselerasi kewirausahaan nasional yang inklusif dan terarah, termasuk mengembangkan wirausaha sosial dan pemula.
Arsjad Rasjid merupakan Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk, yang kini hendak maju sebagai Calon Ketua Umum KADIN Indonesia.
Dalam pertemuan dengan KADIN Sulut, Arsjad menegaskan, tanpa investasi, maka ekonomi bangsa tidak jalan.
Olehnya, ia menilai, Presiden Jokowi telah mengambil langkah tepat dengan membuat Kementerian Investasi.
Arsjad turut memotivasi para pengusaha Sulut agar tak patah arang dalam dunia investasi.
“Kadin itu bukan politik kekuasaan tapi politik kesejahteraan. Kita ingin membuat semua masyarakat sejahtera. Kita lihat kembali baiknya regulasi KADIN. Selama ini UU KADIN belum dilaksanakan secara menyeluruh. Apakah perlu Keppres atau lainnya itu butuh bantuan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, turut dilakukan deklarasi dukungan KADIN Sulut kepada Arsjad Rasjid untuk menjadi Ketua Umum KADIN Indonesia.
“Kami KADIN Sulawesi Utara, dengan sepenuh hati mendeklarasikan Bapak Arsjad Rasjid sebagai Cslon Ketua Umum KADIN Indonesia. Ini keputusan yang kita tentukan, setelah melewati dinamika,” ujar Ketua Umum KADIN Sulut Rio Dondokambey usai membaca naskah deklarasi nomor: 01/KS/SLU-DK/VI/2021.
(Finda Muhtar)


