
Pineleng, BeritaManado.com — Setiap tahun, ada satu momen yang dinanti-nanti oleh ribuan pemuda Sinode GMIM, yakni Festival Seni Pemuda GMIM (FSPG).
Ajang ini lebih dari sekadar kompetisi karena merupakan wadah luar biasa di mana talenta-talenta unik pemuda ditempa, sekaligus menjadi panggung untuk memperkuat ikatan persaudaraan dalam pelayanan gereja.
Tahun 2025 ini, sorotan akan tertuju pada Wilayah Tondano II dan V, yang siap menjadi tuan rumah perayaan akbar ini pada tanggal 24 hingga 26 Oktober 2025.
FSPG 2025 mengangkat tema “God’s Grace: Serving Him and Others.”
Menjelang pelaksanaan, Ketua Komisi Pemuda Pelayanan Sinode (KPPS) GMIM, Rio Dondokambey, BSc, MM, kembali memberikan pengingat yang menyentuh tentang inti dari FSPG.
Menurutnya, esensi utama kegiatan ini adalah menjaga dan merawat kebersamaan.
“FSPG ini adalah momen kita untuk bersekutu bersama sesama warga gereja,” ujar Rio, usai kegiatan resesnya di Desa Pineleng Satu Timur, Minahasa, pada Rabu (15/10/2025).
Rio pun secara hangat mengajak semua pemuda GMIM untuk datang, meramaikan, dan dengan bangga menunjukkan talenta yang Tuhan anugerahkan dalam ajang kompetisi ini.
Namun, di tengah semangat berkompetisi, ia mengingatkan agar setiap peserta menjaga batasan.
Para pemuda dipersilakan berlomba sekuat tenaga, tetapi tidak boleh melupakan tujuan yang jauh lebih besar di balik festival gerejawi ini, di mana ‘Kemuliaan Tuhan dan Persekutuan Jemaat merupakan Juara Sejati.’
“Harapan kami, kegiatan ini akan menyajikan sebuah ‘kompetisi’ yang akarnya tetap kuat pada tujuan utama setiap kegiatan gereja, yaitu kemuliaan Tuhan dan persekutuan yang erat di antara warga gereja,” pungkasnya.
(jenlywenur)
