Agama dan Pendidikan

Rektor Unsrat Takut Debat Publik

Rektor Unsrat Takut Debat Publik
Flora Kalalo SH MH (ketua tim Community Education Smart Care)

Manado – Terkait tanggapan Daniel Pangemanan atas tantangan debat ilmiah oleh Community Education Smart Care (CESC), yang mengatakan bahwa alangkah baiknya fokus pada tri dharma perguruan tinggi, mendapat tanggapan balik dari pimpinan CESC atau yang lebih familiar dengan sebutan Tim 10 DR Flora Kalalo SH MH. Menurutnya rektor takut berdebat secara ilmiah sehingga mengalihkan opini ke tri dharma perguruan tinggi.

“Rektorat takut debat, sehingga dialihkan topik supaya dosen lebih fokus kegiatan ilmiah, padahal kenyataan banyak penelitian ilmiah tidak benar diberikan ke dosen berdasarkan keilmuan yang ada, tapi berdasarkan pilih kasih. Sementara fasilitas untuk penelitian sangat minim di Unsrat, sehinga membatasi dosen untuk mengembangkan kemampuan ilmiah dan mengaktualisasikan keahlian dan kepakarannya secara profesional,” tutur Flora melalu pesan singkat kepada redaksi beritamando.

Flora juga menyarankan agar sekali waktu media memeriksa keberadaan laboratorium dan perpustakaan yang seharusnya sebagai penunjang tri dharma perguruan tinggi. “Periksa Laboratorium dan Perpustakaan Unsrat masih jauh dari ideal apalagi dana untuk penelitian sangat tidak rasional. Saya sendiri tidak pernah dapat  kesempatan untuk meneliti, saya juga diberhentikan oleh Rektor sebagai dosen Pascasarjana. Rektor malah membayar tenaga-tenaga dari luar Unsrat untuk mengajar di pasca,” kesal Flora

Namun ditambahkan oleh Flora, “Sekalipun Rektor memberhentikan saya dan teman-teman sebagai Dosen di Pasca sarjana dan Dekan menghambat pengusulan Guru Besar dan Sertifikasi Dosen, tapi kami tetap melakukan penelitian dan sering mempublikasikan karya ilmiah dalam jurnal ilmiah, serta membuat  buku dan prosiding yang sudah diterbitkan secara nasional dan internasional,” lagi papar Flora.

“Secara rutin saya menjadi pembicara dalam seminar-seminar, juga menjadi narasumber kajian ilmiah pada Bapeda Provinsi. Seperti di Jawa Timur dan Pemerintah Kota Batam juga Pemkot Manado, menjadi pemakalah dalam Konferensi Nasional dan baru-baru ini pemakalah pada seminar nasional tentang Hukum Lingkungan Laut dan Pesisir di Kementerian Kelautan,” tandas Flora seraya mengisyaratkan bahwa pihaknya tetap mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi.

Flora Kalalo yang juga merupakan Doktor Hukum Internasional (HI) dari Universitas Brawijaya Malang ini menjelaskan bahwa pihaknya juga sementara mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi. “Perlu dijelaskan bahwa pengabdian pada masyarakat adalah bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan saya bersama teman-teman dosen sementara melakukan hal itu dengan  membantu masyarakat mengungkapkan fakta tentang pelanggaran-pelanggaran di Unsrat sekaligus membantu pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi. Hal ini juga bagian dari penjabaran ilmu hukum,” tegas Flora yang berpredikat Doktor Hukum namun tidak diakomodir sebagai staf dosen Pasca sarjana ini.(jk)

6 tanggapan untuk “Rektor Unsrat Takut Debat Publik”

  1. Kalau debat ini untuk kebaikan UNSRAT memberantas korupsi, sangat bagus skali untuk menuju UNSRAT Excelent dan menaikkan akreditasi universitas

  2. Kapan debatnya…???? saya mau sekali di Undang ya!
    dari pada nonton sinetron banyak bohongnya lebih enak nonton yg nyata
    saya usul temanya “YANG ANEH TAPI NYATA DI UNSRAT” pasti seru…

  3. siapa bilang Debat itu tidak penting dan siapa bilang debat itu tidak ada yg suka dengar, munafik kalau bilang gosip di Unsrat nda ada yg suka tau, sedangkan gosip picisan banyak yang suka tau… maklum gosip itu semakin digosok semakin panas, berita panas semakin ditium makin seru, wajarlah orang sekarang kan banyak yg gila urusan…

  4. Ya Saya juga Prihatin.

    tapi debat ini sangat berguna karena ini sudah masuk ke ranah publik, dan publik ingin mengetahui kebenarannya TERUTAMA bagi kami para ALUMNI!!!

    Salam,
    Sam

  5. Mungkin juga Flora harus diingatkan bahwa kalo ingin debat ilmiah maka debat itu harus bertopik sesuatu yang ilmiah (dalam topik hukum), tidak boleh ada sangkut pautnya dengan ‘permasalahan’ Unsrat. Tapi, kalo melihat dari apa yg mendasari keinginan berdebat itu, rasanya bukan debat ilmiah yang Flora mau. Pasti debat yang penuh kepentingan politik. Ah susah juga mo mangarti apa Flora pe mau.
    (catatan: kita bukan pengikut rektor, kita cuma rasa prihatin ja lia akademisi pe model)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara