“Jarak nilainya berada antara 0 sampai 1. Kalau nol berarti pemerataan, sedangkan kalau semakin mendekati 1 berarti semakin timpang pendapatan. Posisi Mitra tahun lalu 0,31, sementara pusat 0,381,” tuturnya.
Lanjut dikatakannya, dengan melihat kajian rasio gini maka bisa mengukur tingkat pendapatan antara masyarakat, apakah sudah merata atau tidak.
“Data ini nantinya akan diserahkan ke Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah). Mereka yang akan melihat dan menyesuaikan dengan program yang ada di dinas-dinas, khususnya terkait pencapaian visi misi bupati, yakni sukses ekonomi,” jelasnya.
(Jenly Wenur)
