MANADO – Pemimpin Bank Indonesia Manado terhitung, Kamis 8 Oktober resmi dinahkodai Ramlan Ginting menggantikan Jefrrey Kairupan, yang pindah tugas menjadi Pemimpin Bank Indonesia Denpasar Bali.
Ketika melantik dan mengambil Sumpah Ramlan Ginting sebagai Pemimpin Bank Indonesia Manado, Deputy Bank Indonesia Budi Mulya menilai Peristiwa Gempa Bumi 7,6 Skala Richter Sumatera Barat tidak akan mempengaruhi perekonomian Nasional.
Penegasan itu sekaligus menjawab sinyalemen bencana Sumbar akan memukul kondisi Perekonomian Bangsa, “Perputaran Uang/dana kredit di Bumi Pariaman hanya sekitar Rp 1,7 triliun, Ungkap Budi Mulya.
Pengalaman gempa dan tsunami di Aceh, Membuat Bank Indonesia memberlakukan Restrukturisasi kepada Bank di Suatera Barat yang nasabahnya memiliki dana Rp 5 milyard kebawah.
Deputy Bank Indonesia Budi Mulya tidak menyebut bentuk keringanan apalagi melakukan pemutihan terhadap tunggakan kredit bagi nasabah yang tertimpah kemalangan.
Pemimpin Bank Indonesia Ramlan Ginting kepada Pers, bertekad melanjutkan perjuangan Jefrrey Kairupan,”jika ada kekurangan disana sini akan dibenahi dan meminta kalangan jusnalis ikut membantu,” harap, Ramlan Ginting ( Hetty F Oroh )
