
Tomohon — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Pelatih Kolintang Indonesia (Ipkolindo) secara resmi dibuka oleh Irjen Pol (Purn) Benny J Mamoto di Rumah Budaya Nusantara, Wale Ma’zani Minahasa, Tomohon, Kamis (7/3/2019) malam.
Hadir di Rakernas ini, diantaranya Ketua Umum Persatuan Insan Kolintang Nasional (Pinkan) Indonesia Penny Iriana Marsetio bersama jajaran pengurus dan para pelatih kolintang di Indonesia.
Dalam sambutan sekaligus pembukaan Rakernas, Benny Mamoto yang adalah Direktur Yayasan Institut Seni Budaya Pa’Dior Pinabetengan mengapresiasi tema yang dipilih oleh panitia karena berkaitan dengan milenial.
“Tema ini cocok sekali. Bagaimana sekarang kita membuat generasi menjadi cinta terhadap budaya lokal, mencintai musik kolintang,” ujar Benny Mamoto.
Lanjutnya, apalagi lagu-lagu berbahasa Manado banyak bertemakan kesedihan bukan justru motivasi.
“Kata-katanya terlalu menyedihkan. Ini tugas kita bersama, sesuai dengan tema bagaimana membangkitkan budaya digenerasi muda, generasi milenial kita, dimulai dari kolintang,” kata Benny.
Lewat Rakernas ini, Benny yang lewat yayasannya telah meraih 4 rekor dunia untuk kolintang pun berharap, para pelatih musik kolintang turut mendapat perhatian pemerintah.
“Setidaknya para pelatih kita bisa mendapatkan tunjangan, hingga nanti saat sudah tidak bisa melatih lagi, tidak terbebani dengan hal lain,” ungkapnya.
Terkait pemerintah, Benny mengingatkan, kota Tomohon dulu pernah sangat mendukung aktifnya kolintang sampai ke lingkungan-lingkungan, saat ini dirasa saat yang tepat untuk menghidupkan itu kembali.
“Pemerintah kota Tomohon sudah seharusnya mengaktifkan lagi itu agar kolintang betul-betul hadir di Tomohon seperti dulu,” pungkasnya.
Sementara itu, Penny Iriana Marsetio dalam sambutannya menyambut baik apa yang disampaikan Benny Mamoto sekaligus menjadi semakin bersemangat karena ternyata kolintang begitu dicintai dan perjuangan untuk mencatatkan kolintang di Unesco mendapat dukungan yang begitu besar.
“Apa yang disampaikan tadi juga sudah ada dikami. Kedepan kita bahkan akan membawa kolintang yang sudah mendunia jadi makin mendunia. Kami pun punya rencana akan memainkan kolintang dari sabang sampai merauke lewat teleconference. Itu bisa karena Angkatan Laut punya alatnya dan bisa kita gunakan,” kata Penny.
Kehadiran dua tokoh ini di Wale Ma’Zani pun disambut dengan penuh sukacita oleh Joudy Aray selaku ketua panitia Ipkolindo.
Baginya, kehadiran ini dapat menjadi motivasi juga membawa semangat optimis bahwa kolintang, musik kolintang akan terus berjaya didaerah asalnya, Sulawesi Utara.
(Rds)
