Berita Utama

Puluhan Burung Hantu “Hiasi” Pembukaan FPSL 2K18

Puluhan Burung Hantu "Hiasi" Pembukaan FPSL 2K18
Sejumlah orang menawarkan jasa berfoto dengan burung hantu di pembukaan FPSL 2K18

 

Bitung – Iven tahunan Pemkot Bitung, Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2K18 resmi dibuka, Sabtu (06/10/2018).

Iven itu digelar di Kompleks Pelabuhan Perikani Kota Bitung dan resmi dibuka perwakilan Kementerian Pariwisata bersama Wali Kota Bitung, Max Lomban dan Wakil Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri serta Sekretaris Daerah Kota Bitung, Audy Pangemanan.

Menariknya, iven yang menampilkan satwa edemik Sulut, Macaca nigra atau Yaki dan Tarsius spectrum itu, juga “menampilkan” puluhan burung hantu yang berseliweran diantara ribuan pengunjung.

Satwa yang masuk kelompok burung yang merupakan anggota ordo Strigiformes ini, dibawa oleh sejumlah orang yang menawarkan jasa untuk berfoto dengan burung malam itu.

“Ini sangat disayangkan, iven FPSL yang menonjolkan keberpihakan Pemkot terhadap perlindungan satwa malah dinodai dengan penyiksaan satwa,” kata salah satu pemerhati lingkungan, Kizman Janis.

Anggota KPA Tulap Adventure Kota Bitung ini menilai, puluhan burung hantu itu disiksa karena dipaksa untuk bangun atau bekerja di siang hari yang notabene adalah waktu tidur bagi mereka.

“Panitia harusnya lebih jeli tak membiarkan burung hantu disiksa di iven FPSL, karena burung itu beraktivitas di malam hari,” katanya.

Kizman berharap, panitia lebih selektif dalam memberikan izin kepada orang-orang yang masuk ke areal FPSL untuk menawarkan jasa.

“Jika perlu, orang yang membawa satwa untuk dijadikan mata pencarian tak diijinkan masuk karena tidak memberikan contoh bagi pengunjung untuk peduli satwa,” katanya.

Sementara itu, burung hantu adalah kelompok burung yang merupakan anggota ordo Strigiformes. Burung ini termasuk golongan burung buas dan merupakan hewan malam.

(abinenobm)

 

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara