
Manado – Unit media dan Public Relation PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar seminar khusus jurnalis Sepak Bola di Sulut. Perwakilan PT LIB sendiri dihadiri Manager Media & Public Relation Hanif Marjuni didampingi Digital Asets PT LIB Rian Ihsan.
Kepada sejumlah wartawan, Hanif Marjuni menjelaskan, Provinsi Sulut yang notabene sebagai Home Base Bogor FC Sulut United merupakan kota ke 16 yang dikunjungi guna memantau regulasi media massa dalam perhelatan Liga 1 dan Liga 2.
“BFC Sulut United memiliki potensi untuk menjadi besar dari sisi media. Karena di Sulut baru ada 1 klub yang berlaga di liga 2. Kompetensi atau pengaruh media sangat besar terhadap sepak bola. Itu strata yang ada secara garis besar nasional maupun Sulut. Tidak bisa dipungkiri sekarang ada peralihan pembaca dari media cetak ke online. Dan sesuai hasil survey demografi yang masih terpusat di Pulau Jawa, tahun 2018 sampai dengan Bulan Desember khusus untuk Liga 1 total berita yang beredar di media online ada 10.200 berita. Dan kami yakin, pasar media di Sulut tidak akan jauh berbeda dari fakta ini dikarenakan adanya Sulut United,” ungkap Hanif Mujani.
Mantan jurnalis olahraga kompas media grup ini melanjutkan, ada regulasi-regulasi yang sampai sejauh ini belum diketahui media-media di lapangan yang bisa merugikan klub.
“Salah satunya terkait pengambilan gambar atau video dari tribun media selama pertandingan berlangsung. Dan itu masih banyak terjadi sampai saat ini. Atas dasar itulah kami dari unit media PT LIB turun langsung ke daerah-daerah asal klub untuk memberikan penjelasan terkait regulasi,” tuturnya.
Sementara itu, Rian Ihsan selaku Digital Asets PT LIB menjelaskan, untuk mengindari kerugian pada klub atas kekeliruan media.
“Media hanya diizinkan mengambil gambar saat press conference atau OT. Karena bersamgkutan dengan hak siar. Jadi, untuk mengantisipasi keinginan teman-teman media untuk mengupdate berita, bisa meminta langsung Local Media Officer (LMO) klub masing-masing. Memang PT LIB tidak memiliki hak untuk menyalahkan pihak media, namun kembali lagi kerugian akan dirasakan klub lewat denda yang diberikan PT LIB,” tuturnya.
Terkait pemaparan regulasi terhadap media dalam melakukan peliputan, PT LIB mendapat apresiasi. Salah satunya datang dari Robby Mononimbar, wartawan yang kesehariannya meliput BFC Sulut United.
“Berterima kasih karena dengan kehadiran atau seminar ini bisa mengetahui kekeliruan yang terjadi selama ini yang bisa merugikan klub,” tutupnya. (AnggawiryaZas)
