Berita Utama

Prof Paruntu : Pengucapan Syukur Jauhi Miras

Prof Paruntu : Pengucapan Syukur Jauhi Miras
Arus kendaraan pengucapan syukur di Kawangkoan tahun lalu (foto beritamanado)

MANADO – Mulai hari Minggu ini tradisi tahunan pengucapan syukur masyarakat Minahasa dimulai. Diawali pengucapan besar di Kabupaten Minsel dan Minahasa, dari Amurang, Tareran, Kawangkoan hingga Langowan. Selanjutnya daerah lain dengan waktu tidak bersamaan.

Ketua Komisi IV bidang Kesra DPRD Sulut, Prof Jopie Paruntu menghimbau agar pengucapan syukur dirayakan secara sederhana. Jauhi pesta minuman keras serta tetap mengedepankan kebersamaan daripada konsumtif individu.

“Rayakan pengucapan syukur dengan kesederhanaan. Tidak usah kita bersaing dengan penyajian makanan dan minuman secara berlebihan. Apalagi pesta miras yang justru berakibat fatal bagi pengendara,” himbau Paruntu, Selasa (5/7).

Pengucapan bagi mantan rektot Unsrat ini merupakan syukur kepada Tuhan atas segala berkat jasmani dan rohani yang Tuhan berikan selama setahun. Sehingga selayaknyalah dirayakan dengan iman.

“Kata Firman Tuhan, kita harus mengucap syukur dalam segala hal. Bersyukur untuk semua berkat yang Tuhan berikan kepada kita. Salah-satunya dengan cara mampu menjaga diri agar terhindar dari kecelakaan akibat miras,” tukas Paruntu. (jry)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara