
Jan Maringka saat memberikan Sertifikat Penghargaan kepada salah satu peserta dialog kebangsaan
Jakarta, BeritaManado.com — Hari lahir Prof. Sumitro Djojohadikusumo ke-107 menjadi perhatian dari Presidium Persatuan Nusantara Indonesia (PNI).
Melalui dialog kebangsaan yang digelar pada Kamis (29/5/2025) lalu, Presidium PNI mendorong Prof. Sumitro Djojohadikusumo untuk menjadi pahlawan naaional.
Ketua Umum Presidium PNI Jan Maringka mengatakan dalam maksd tersebut aspek sejarah yang perlu diangkat untuk membangkitkan jati diri bangsa.
“Kami mendukung Prof. Soemitro Djojohadikusumo untuk menjadi pahkawan nasional. Namun terkait hal ini ada sejumlah peryaratan yang harus dipenuhi,” ungkap Jan Maringka.
Ditambahkannya, peringatan hari lahir Prof. Soemitro Djojohadikusumo ke-108 akan jadi momentum untuk meluruskan sejarah.
Dialog Kebangsaan yang digagas oleh Presidium PNI dan Senyap 08 menekankan arti penting untuk meluruskan hitoriografi sejarah kebangsaan dilaksanakan di Restoran Rarampa yang identik dengan kuliner khas Manado.
Hadir sebagai narasumber Peneliti Senior Batara Hutagalung dan mantan Sekertaris Prof Sumitro yaitu Nehemia Lawalata.
Selain itu hadir mewakili keluarga besar almarhum Prof. Soemitro Djojohadikusumo, Prof Thomas Sujatno SE MM disambut tuan rumah Ketua Umum Presidium PNI Dr Jan S Maringka SH MH.
Saat sambutan Jan Maringka sapaan akrabnya mengatakan, sebuah histori sering menjadi dua arti, yaitu sejarah atau cerita dari sang pemenang kekuasaan, sehingga penulisan kembali sejarah adalah sisi lain yang tidak terungkap oleh penguasa politik.
“Untuk itu pada momen ke-80 tahun Indonesia Merdeka, menjadi saat penting bagi bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Penulisan kembali sejarah akan membangkitkan rasa percaya diri bagi bangsa,” ujar Jan Maringka.

Menurutnya, dialog kebangsaan yang mengangkat tema pentingnya pelurusan historiografi kebangsaan Indonesia merupakan isu yang sangat relevan.
Hal ini terutama dalam konteks keberagaman sejarah dan narasi yang terbentuk di tengah masyarakat.
Sebagaimana diketahui, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo dikenal sebagai ahli ekonomi dan tokoh intelektual yang memberikan sumbangsih besar bagi pembangunan Indonesia.
“Untuk itu Presidium PNI dan beberapa elemen masyarakat lainnya mendorong dan mendukung Prof. Soemitro sebagai Pahlawan Nasional,” tandas mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung RI periode 2017-2020 ini.
Dialog tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan dari Dewan Pimpinan Pusat Presidium Persatuan Nusantara Indonesia (DPP Presidium -PNI), serta pengurus organisasi masyarakat Senyap 08 yang peduli terhadap sejarah dan identitas bangsa.
“Kehadiran tokoh-tokoh ini menambah bobot pembicaraan yang mengedepankan pentingnya kepastian sejarah Indonesia. Dimana sejarah itu harus ditulis dengan baik, objektif dan tidak berpihak,” ujar pengacara senior dan penulis buku bidang hukum ini.
Pada akhir acara tersebut, semua pihak sepakat mengusulkan agar almarhum Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo dapat diangkat sebagai Pahlawan Nasional.
