Surya Paloh mengaku belum mengetahui agenda detail pertemuan malam itu.
“Kita dengar dulu, bapak presiden yang undang kita. Nanti kita lihat apa yang dibicarakan apa yang diskusikan,” kata Paloh.
Hal senada disampaikan Agus Harimurti Yudhoyono.
“Saya rasa kita mendengarkan dulu apa yang beliau sampaikan kepada kita semua para pemimpin partai politik juga diundang semuanya hadir dan mantan mantan presiden. Jadi pastinya ada sesuatu yang penting dan strategis yang akan dibahas,” kata AHY.
Sementara itu, Alwi Shihab menilai dinamika global, khususnya situasi Timur Tengah, berpotensi menjadi bagian dari pembahasan.
“Iya tapi undangannya tidak jelas membicarakan soal apa tapi ya tentunya membicarakan perkembangan terakhir saya kira, ya Timur Tengah. Kita lihat lah, jangan sekarang tanyanya, saya nggak bisa jawab apa-apa,” kata Alwi.
Kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan internasional setelah meningkatnya eskalasi konflik yang berdampak pada stabilitas geopolitik dan ekonomi global.
Bagi Indonesia, kondisi ini dapat memengaruhi sektor energi, perdagangan, hingga sentimen pasar.
Dalam konteks itulah forum lintas generasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto memiliki arti penting. Dialog antar tokoh bangsa menjadi instrumen menjaga stabilitas politik domestik sekaligus merespons dinamika global secara terukur.
Istana Merdeka malam itu bukan hanya menjadi lokasi pertemuan.
Ia menjelma simbol kesinambungan kepemimpinan dan komunikasi lintas generasi demi arah bangsa ke depan.
Forum lintas generasi ini menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memilih pendekatan dialog dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan nasional serta global.
(Jenly Wenur)
