
Manado – Jabatan Morris Korah selaku Ketua DPC Partai Demokrat Kota Manado dikabarkan terancam. Pasalnya, mantan anggota DPRD Kota Manado tersebut dituding telah mencederai semangat kebersamaan karena dinilai lebih mengutamakan kepentingan pribadinya.
Hal itu merupakan buntut dari dikeluarkannya surat rekomendasi untuk mendukung salah satu anggota DPRD Kota Manado menempati posisi ketua definitif yang dikabarkan akan segera dilantik pada pekan ini setelah mendapatkan SK Gubernur Sulut.
“Sebanyak 6 PAC (Pimpinan Anak Cabang) telah bersepakat untuk mengirimkan surat ke DPP Demokrat sebagai bentuk mosi tidak percaya atas kepemimpinan Morris Korah sebagai ketua partai saat ini,” beber sumber BeritaManado.com, sembari meminta namanya tidak dipublis.
Ditambahkan sumber internal Demokrat itu, jabatan diluar partai yang saat ini ditempatinya yakni Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAM) Kota Manado menjadi bagian dari bukti ‘penghianatan’ Korah terhadap PAC-PAC.
“Pada pertemuan di salah satu restoran, kalau tidak salah ada 6 ketua PAC yang hadir. Disitu mulai dibahas soal jabatan Morris Korah sebagai Dirut. Dan bagi kami ini menjadi bukti kuat menjawab segala dugaan dan prediksi kami akan adanya pertukaran kepentingan antara Korah dan DPD. Dulunya kami tidak pernah percaya dengan adanya tawaran itu. Setelah dilantik baru kami sadar kalau isu-isu yang lalu itu ternyata benar,” tambahnya.
Ketika dimintai tanggapan terkait hal ini, Anita De Blouwe dan Maikel Kalonio yang merupakan anggota DPRD Kota Manado yang merupakan politisi Partai Demokrat mengaku tidak mengetahui adanya rencana dari 6 PAC tersebut.
“Kami belum mendengar informasi itu. Kalau sekarang DPC Demokrat masih dalam keadaan aman-aman saja,” seru kedua legislator Tikala itu. (leriandokambey)
