Politik dan Pemerintahan

Sarundajang Larang Tebang Pohon Kelapa

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulut, Ir Yenny Karouw
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulut, Ir Yenny Karouw (Foto BeritaManado.com)

Manado – Walaupun sepuluh tahun terakhir komoditi kelapa terbilang anjlok harganya, tetapi Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang tetap melarang masyarakat melakukan penebangan pohon kelapa yang masih produktif, bahkan keputusan itu dikeluarkan instruksi gubernur.

Penyampaian tersebut disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulut, Ir Yenny Karouw kepada wartawan di Kantor Gubernur.

Meski sempat mengecewakan para petani dimana kopra dan jenis turunan kelapa hingga saat ini belum ada lonjakan harga beberapa tahun terakhir ini, sehingga banyak petani kelapa lebih memilih menebang pohon kelapa untuk menjual batang kelapanya yang dinilai lebih menguntungkan ketimbang menjual kopra.

Hanya saja, Dinas Perkebunan Sulut tetap mempertahankan komoditi yang menjadi unggulan Sulut tersebut dengan memproduksi bibit kelapa.

“Kalau masalah volume besar, tetapi produktifitas masih terbilang kecil. Untuk itu, bagaimana meningkatkan produktifitas (kelapa), pemprov beberapa waktu lalau mengeluarkan Instruksi gubernur dilarang menebang pohon kelapa yang masih produktif,” ujarnya.

“Hukum ekonomi tetap berlaku, tetapi pemprov tetap mempertahankan komoditi-komoditi yang menjadi unggulan seperti kelapa,” kata Karouw.

Selain kelapa, menurut Karouw, coklat, pala dan cengkih juga masih menjadi andalan Sulut. Untuk nama terakhir pada saat ini terbilang lumayan, karena harga cengkeh dipasaran sudah agak lumayan dimana sebelumnya berkisar pada Rp 100,000 kini naik pada kisaran Rp 135,000-150,000. (jewelry rizath polii)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara