Manado – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Manado, Ricky Poli, mengatakan musim panas menyebabkan sawah di Manado tidak bisa ditanami. “Di Manado hanya ada sawah tadah hujan, dan musim panas sekarang, menyebabkan lahan tersebut tak bisa ditanami,” kata Poli.
Poli mengatakan, biasanya dalam setahun sawah tadah hujan di Manado dua kali melakukan penanaman, tetapi karena musim panas ini penanaman kedua belum dilakukan. Tetapi, menurut Poli, begitu hujan mulai turun lagi, maka sawah-sawah tadah hujan tersebut, akan ditanami kembali. “Karena itu, kami sangat berharap kiranya musim hujan segera tiba, agar penanaman bisa segera dimulai,” tutur Poli.
Menurut Poli, kelemahan di Manado, karena bukan sawah irigasi, maka penanamannya tergantung dengan musim hujan, kalau hujan turun petani menanam, kalau tidak terpaksa menunggu. Ia mengatakan dari potensi sawah tadah hujan 500 hektar di Manado, yang ditanami sekitar 200 hektar, dengan hasil maksimal dua ton, per hektar sekali panen, atau 400 ton dari 200 hektar.
Poli menyebutkan, jumlah tersebut sebenarnya belum bisa menutupi kebutuhan warga Manado, karena kebutuhan warga Manado lebih besar sekitar 48 ton per hari, jadi hasil tersebut hanya cukup sekitar sembilan hari makan. Dia mengatakan lokasi sawah tadah hujan ada di Mapanget dan Tikala.(dor)
