
Manado – Keikutsertaan masyarakat Kota Manado dalam Pilkada Sulut pada 9 Desember lalu, cukup memperihatinkan. Pasalnya dari total jumlah pemilih 366.150, pengguna hak pilih yang datang ke 811 TPS hanya 196.843 jiwa atau 53,76%.
Sesuai data yang KPU yang diperoleh BeritaManado.com, pengguna hak pilih perempuan berjumlah 96.569 jiwa dari 179.353 jiwa, sedangkan pemilih laki-laki yang terdata di DPT sebanyak 176.863, tapi yang memberikan hak pilihnya hanya 90.772 jiwa.
Terkait tingginya angka golput ini, politisi Partai Hanura Kota Manado, Stenly Tamo menduga karena informasi pelaksanaan Pilkada Sulut tidak disosialisasikan dengan baik oleh penyelenggara Pilkada.
“Banyak yang tidak datang ke TPS, karena mereka mengira Pilkada ditunda. Padahal hanya Pilkada Manado saja yang ditunda pelaksanaannya. Ini karena sosialisasinya ke masyarakat pasca ditundanya Pilkada Manado tidak disampaikan ke warga kalau Pilkada Sulut tetap dilaksanakan dan tidak ditunda. Dan banyak juga masyarakat yang tidak mendapatkan undangan memilih, sehingga mereka malas untuk datang ke TPS,” ungkap Tamo.
Sementara itu, ketua DPC PDIP Kota Manado, Richard Sualang menduga bila tingginya angka golput tersebut karena berbagai faktor dan dugaan yang menyebabkan warga tidak ikut memilih.
“Kami menduga ada pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado yang sengaja meminta pendukungnya untuk tidak datang memilih, karena Pilkada Manado ditunda. Ini hanya dugaan saja, mudah-mudahan tidak benar,” kata ketua DPC PDIP, Richard Sualang. (leriandokambey)
Baca juga: Ini Hasil lengkap Perhitungan cepat Pilkada Sulut di Manado

Beberapafaktor penyebab partisipasi politik di kota manado rendah pada pemilukada barusan adalah 1. Iklan calon ditangani oleh KPU melalui APBN dan APBD sehingga juga terkesan sepi 2. Sosialisasi oleh KPU dan parpol di Manado terkesan tdk ada ttg pilgub tdk ditunda dalam hal pilkada Manado di tunda 3. Pemilih tdk mendapatkan surat pemilih 4. bagi masyarakat kecil memilih pergi kerja dari pada pergi memilih di TPS krn tdk dapat uang.5tdk ada calon yang tepat baginya. 5. krn sikap apatis