Berita Utama

PILKADA MINUT: Menariknya Debat Publik, Dari Bahasa Makatana Hingga Asing

Suasana debat publik Pilkada Minut

Suasana debat publik Pilkada Minut

 

Airmadidi-Debat Publik/Terbuka Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Minut, yang digelar KPU Minut di Hotel Sutanraja, Minggu (15/11/2015), berjalan sukses.

Keempat pasangan calon yaitu Petrus Luntungan-Lucky Longdong (Pilar), Vonnie Anneke Panambunan-Joppi Lengkong (VAP-Jo), Sompie Singal-Peggy Mekel (SDM) dan Yulisa Baramuli-Patrice Tamengkel (Barata) memanfaatkan waktu dengan maksimal dalam memaparkan visi misinya jika menduduki jabatan top eksekutif di Bumi Klabat.

Tak kalah menarik yaitu penggunaan bahasa dari keempat pasangan calon, mulai dari bahasa serta dialek lokal (makatana), bahasa akademis hingga penggunaan bahasa asing yang menuai tawa penonton karena dianggap lucu, bisa juga menimbulkan pertanyaan karena tidak dimengerti.

“Semua calon memiliki bahasa-bahasa yang memancing tawa, jadinya seperti menontot stand up comedy. Ada juga mengeluarkan ungkapan-ungkapan sederhana tapi jika dicermati merupakan kritik pedas,” ujar Irvan Grosman, wartawan senior di Sulut.

Menurut Grosman, baiknya setiap pasangan calon bisa memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga bisa dimengerti. “Jangan sampai penonton tidak mengerti apa yang disampaikan,” timpalnya.

Komentar juga datang dari moderator debat Debby Wulur. Menurutnya, yang terpenting dari debat tadi adalah penyampaian visi misi calon yang bisa dimengerti oleh masyarakat.

“Kalau pasangan calon merasa bahasanya dimengerti oleh masyarakat itu terserah. Yang penting yakin visi misinya dapat sampai kepada penonton,” saran Wulur.(Finda Muhtar)

 

Baca juga:

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara