Pasangan Imba-Boby saat kampanye damai beberapa waktu lalu (foto bmc)
Manado – Sejumlah program telah disiapkan pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado, nomor urut 2 yakni Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud untuk menyenangkan warga masyarakat Kota Manado.
Dalam kampanyenya di Kelurahan Malalayang Dua, Imba mengurai beberapa program yang akan membawa perubahan di Kota Manado, maupun jaminan kesejahteraan masyarakat yang merupakan bagian dari perhatian pemerintah kota, ketika Imba-Boby memimpin Manado untuk 5 tahun kedepannya.
Bicara soal kemacetan, Imba memastikan akan melakukan penataan lalu lintas dengan menempatkan pejabat di Dinas Perhubungan yang memiliki sesuai latarbelakang keahlian di bidang transportasi, serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
“Saya akan menempatkan kepala SKPD Perhubungan, orang yang paham masalah lalu lintas. Bukannya latarbelakang pendidikannya arsitek, lalu ditempatkan sebagai Kadis Perhubungan,” ungkapnya.
Untuk jaminan kesehatan, kata Imba, program BPJS yang telah dicanangkan pemerintah pusat wajib pula diberdayakan. Sehingga dirinya bertekat, iuran BPJS yang setiap bulannya masyarakat harus setorkan, akan menjadi tanggungjawab pemerintah kota. Serta membangun Rumah Sakit di wilayah Manado bagian utara.
Ditambahkannya, pelayanan pendidikan di Kota Manado akan ditingkatkan, termasuk melaksanakan instruksi pemerintah pusat dalam menggratiskan biaya pendidikan.
“Kita pe tau, semenjak ada dana BOS, sudah tidak ada lagi bayar ini dan itu. Tapi ternyata, dari keluhan warga, masih ada bayar-bayar. Kalau kita dan Boby terpilih, biaya pendidikan murni gratis tanpa punggutan apapun,” tegasnya.
Ia pun menjamin, honor kepala lingkungan yang awalnya merupakan program dirinya ketika terpilih sebagai Wali Kota Manado di tahun 2005, akan ditingkatkan lagi besarannya.
Selain itu, insentif pemuka agama di Manado akan disesuaikan dengan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP). Karena menurutnya, dalam mewujudkan Manado kota yang aman dan religius, tidak lepas dari peran serta para pemuka agama tersebut.
“Pala-Pala nyanda usah tako. Kita yang pertama kase gaji pa Pala waktu kita Wali Kota dulu. Kalau kita terpilih, kita akan kase nae ulang. Begitu juga, insentif pemuka agama. Sapa yang bilang mo kase ilang. Seharusnya dinaikkan sama besar dengan UMP. Karena peran dari pemuka agama sangat besar untuk membuat Manado ini aman dan religius,” ujar mantan ketua DPD 1 Golkar Sulut ini.
Mewujudkan Manado aman dan nyaman, lanjut Imba, perlu juga ditunjang dengan fasilitas penerangan jalan yang memadai. Dan dirinya telah menyiapkan investor untuk pengadaan lampu jalan Solar Cell di seluruh wilayah termasuk Bunaken, Manado Tua dan Siladen, yang akan menjadi milik pemerintah kota nantinya, dalam batas waktu yang akan ditentukan bersama investor tersebut.
“Manado sekarang ini kota gelap. Kita dengan Boby bukan hanya sampe di janji. Tapi investornya memang sudah ada,” seru Imba.
Imba pula membantah isu yang menuding dirinya akan melakukan penggusuran terhadap para pedagang yang ada disejumalah wilayah di Kota Manado.
“Kami akan mempreoritaskan ekonomi kerakyatanan. Jadi tidak benar akan ada penggusuran. Tapi penataan itu perlu. Misalkan di daerah pantai Malalayang akan ditata sedemikian rupa agar terlihat indah. Begitu juga ditepi pantai lahan rekmasi, akan di tanami pohon-pohon dan dipersilahkan masyarakat berjualan disitu. Pada intinya, program-program Imba-Boby hanya untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya. (leriandokambey)
