
Manado, BeritaManado.com — Suhu politik di tanah nyiur melambai perlahan mulai memanas, pemicunya pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Utara (Sulut) 9 Desember mendatang.
Dinamika politik awal selalu diwarnai munculnya analisis, prediksi koalisi, survei hingga spekulasi, dan mitos.
Salah satu yang menarik adalah mitos politik mematahkan dominasi Petahana.
Dikatakan pengamat politik dan pemerintahan Sulut Taufik Tumbelaka, seluruh kekuatan politik di Sulut menyadari, jika ‘Sang Petahana’, Olly Dondokambey-Steven Kandouw merupakan pasangan kuat yang diusung oleh kekuatan PDIP Sulut yang sukses di Pileg lalu.
“Dan ada fenomena politik terkait Pilkada di Sulut dimana petahana sukses melanjutkan periode. Seperti SHS di Pilkada Sulut, CEP di Minsel, Jemmy Eman di Tomohon, GSVL di Manado, James Sumendap di Mitra dan lain-lain,” ungkap Taufik Tumbelaka.
Dengan munculnya bakal kandidat dari PDIP dan Partai Golkar-PAN, lanjut Tumbelaka, tentunya menguntungkan partai NasDem Sulut karena akan bisa melihat peta lebih baik dan akan menentukan pasangan bakal kandidat yang sesuai konstelasi yang ada.
“Untuk kedepan publik masih akan menunggu pasangan bakal kandidat dari NasDem, namun tentunya akan menjadi menarik karena masing-masing terlihat akan all out serta memiliki waktu yang cukup untuk menjalankan strateginya,” ujar Direktur Eksekutif Lembaga Studi Sosial & Politik Tumbelaka Academic Centre (TAC) ini.
Dilain pihak, lanjut Tumbelaka, PDIP tentunya akan sangat mengandalkan kekuatan figur OD-SK serta kekuatan mesin politik PDIP, plus bonus pemegang hak istimewa sebagai pemegang kekuasaan.
“Dilain pihak, PG Sulut dengan CEP-nya (Christiany E Paruntu – Tetty Paruntu) memainkan politik harmoni dengan PAN via Sehan L Landjar, SSL, zona Minahasa-BMR dan latar belakang agama plus kekuatan basis massa dari beberapa kepala daerah dan kantong-kantong suara tertentu. NasDem nampaknya akan berhitung ketat karena memikirkan Vonny A Panambunan, VAP, akan diduetkan dengan figur yang dengan kelebihan tertentu,” kata mantan aktifis mahasisawa UGM Jogya ini.
Dirinyapun berpendapat, pertarungan strategi telah dimulai dan akan semakin ketat dimana OD-SK akan mencoba mematrikan fenomena petahana sering unggul dan dipihak lain sang penantang akan berupya mematahkan ‘mitos’ dengan mengalahkan sang petahana.
“Apapun dinamika yang nantinya akan terjadi, dipastikan akan ketat dan sang petahana diprediksi akan menghadapi pertarungan lebih ketat dibandingkan pada saat meraih kemenangan di Pilkada Sulut 4,5 tahun lalu,” kunci Tumbelaka.
(AnggawiryaMega)
