Airmadidi – Kabupaten Minahasa Utara sebagai daerah penghubung Kota Manado dan Kota Bitung, membuat penyebaran perumahan makin tinggi dan banyak, seiring dengan pertambahan penduduk yang sebagian besar dari pendatang.
Ir Rony Siwi, Asisten I, Pemkab Minut, mengakui warga khusus perumahan harus lebih hati-hati meninggalkan lokasi rumah dalam keadaan kosong. “Usahakan keluar rumah, selalu periksa keadaan rumah selalu terkunci, ini menghindari aksi pencurian,” kata Siwi belum lama ini.
Diakuinya juga, pos keamanan lingkungan perlu diaktifkan dan tiap tamu yang berkunjung harus melapor 1X24 jam pada kepala lingkungan. “Hal tersebut untuk menghindari adanya kejadian atau aktifitas yang diketahui aparat desa atau lingkungan,” kata Siwi.
AKP Ferry Manoppo, Kasat Reskrim Polres Minut, juga mengakui rawannya aksi pencurian terjadi di lokasi perumahan.
“Kasus memang banyak yang masuk, karena perumahan biasanya dihuni oleh pendatang, dan mereka yang tidak menetap siang hari, jadi kejadian ada juga yang terjadi siang hari,” jelas Manoppo.
Arthur, warga Kalawat, Minut, mengakui perlu juga mewaspadai penjual keliling yang masuk ke lokasi perumahan, karena menurutnya, lokasi aksi pencurian biasanya sudah di survei. “Perlu hati-hati, jangan bawa masuk ke dalam rumah, bila ada orang yang belum kita kenali,” ujar Arthur. (rbn)
