Bisnis dan Ekonomi

Pertumbuhan Triwulan III Lebih Rendah, Bank Indonesia Dorong Tumbuhnya Sumber Ekonomi Baru di Sulut

LU perdagangan pada triwulan III 2019 tumbuh sebesar 8,06% (yoy), relatif kuat namun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh sebesar 9,24% (yoy).

Pertumbuhan perdagangan tersebut sejalan dengan menguatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga sepanjang Triwulan III 2019.

Selain itu, pertumbuhan LU perdagangan yang cukup tinggi juga tercermin dari indeks keyakinan konsumen Bank Indonesia yang juga tercatat tumbuh relatif kuat sebesar 10,21% (yoy) pada triwulan III 2019.

Berbeda dengan LU Perdagangan, pada Triwulan III 2019 LU pertumbuhan industri pengolahan masih mengalami kontraksi.

LU industri pada Triwulan III 2019 mengalami kontraksi sebesar 1,04% (yoy) lebih rendah dibandingkan kontraksi pada Triwulan II 2019 yang tercatat sebesar 4,04% (yoy).

Kontraksi LU Industri yang lebih rendah terutama ditopang oleh menguatnya
pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil.

Di sisi lain, menguatnya pertumbuhan transportasi dan konstruksi menjadi salah LU yang menahan pertumbuhan Sulut melambat lebih dalam.

LU transportasi pada triwulan III tercatat tumbuh sebesar 6,62% (yoy) menguat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh sebesar 5,35% (yoy).

Menguatnya kinerja transportasi terutama disebabkan oleh menguatnya sub LU transportasi darat dan sub LU transportasi udara yang lebih rendah.

Adapun LU kontruksi tumbuh sebesar
5,59% (yoy) menguat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 3,41% (yoy).

Menguatnya pertumbuhan LU konstruksi sejalan dengan menguatnya pertumbuhan PMTB dari sisi pengeluaran, yang antara lain didorong oleh percepatan pembangunan proyek strategis nasional di Sulawesi Utara.

Selain ditopang pertumbuhan LU transportasi dan konstruksi, pertumbuhan TW III 2019 juga ditopang oleh LU-LU tersier seperti LU jasa lainnya dan jasa kesehatan yang menjadi dua LU dengan pertumbuhan tertinggi di triwulan III 2019.

Pada triwulan III LU jasa lainnya dan LU jasa kesehatan masing-masing tumbuh sebesar 20,66% (yoy) dan 18,22% (yoy).

Pertumbuhan jasa lainnya yang tinggi sejalan dengan peningkatan jumlah wisatawan, baik mancanegara dan nusantara ke Sulawesi Utara seiring diadakannya berbagai festival parwisata di triwulan III seperti Manado Fiesta, Tomohon International Flower Festival, pemecahan rekor penyelam terbanyak dan lain-lain.

Sementara itu, pertumbuhan jasa kesehatan yang cukup tinggi ditopang dengan kenaikan harga jasa kesehatan yang pada triwulan III 2019 rata-rata tumbuh sebesar 11,06% (yoy).

Dari sisi Pengeluaran, melambatnya pertumbuhan ekonomi Sulut pada Triwulan III 2019 terutama disebabkan oleh kontraksi konsumsi pemerintah dan menguatnya pertumbuhan impor barang dan jasa Sulawesi Utara.

Pertumbuhan konsumsi pemerintah pada triwulan III tercatat terkontraksi
sebesar 1,66% (yoy) setelahpada triwulan sebelumnya tercatat tumbuh sebesar 9,78% (yoy).

Kontraksi konsumsi pemerintah sejalan dengan kontraksi LU administrasi.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara