
Manado, BeritaManado.com — Sebuah peristiwa politik luar biasa tercipta dari Pertemuaan Joko widodo (Presiden RI) dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
Diketahui, pertemuan yang terjadi beberapa waktu lalu itu, menentukan konstalasi di beberapa daerah di indonesia termasuk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan menghasilkan pembicaraan, diskusi untuk Memajukan Elly Engelbert Lasut (E2L) di pemilihan gubernur (pilgub) Sulut 2024.
“Lasut itu bagus dan sangat terkesan ketika mengunjungi Talaud di mana, Sulut menjadi daerah dengan presentase kemenangan tertinggi di indonesia, Lasut dan putrinya Hillary Brigitta Lasut (HBL) berjuang keras dan memiliki kualifikasi sebagai pemimpin,” ucap presiden Jokowi ke Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam sebuah diskusi tersebut.
Atas dasar signal tersebut, ketua umum Partai Demokrat itu bergerilya ke PSI dan gayung bersambut dengan SK dari PSI yang langsung diberikan oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.
Beberapa hari kemudiaan, dalam pemberian SK ke E2L, Kaesang menyampaikan pesan hangat dari presiden Jokowi dan PSI yang akan bergerak melobby Partai Gerindra dan partai-partai KIM (Koalisi Indonesia Maju) dalam rangka menyokong E2L termasuk rencana pertemuaan Jokowi dengan Ketua Umum Partai GOLKAR Airlangga Hartarto demi mematangkan koalisi mengingat Jokowi sampai hari ini masih pemimpin koalisi.
Keluarga Jokowi sendiri begitu terkesan akan perjuangan keluarga Lasut selama ini dan ini dibuktikan dengan wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka ikut melakukan komunikasi ke berbagai pihak bersama Ketua Umum Partai Demokrat AHY dalam rangka mengamankan pencalonan E2L karena, diketahui HBL memiliki persahabatan yang sangat dekat dengan Gibran Rakabuming Raka.
Lobby Partai Demokrat ini begitu gencar, termasuk lewat juru bicara Gibran yaitu wakil gubernur jawa timur Emil Dardak (Ketua Demokrat Jatim), yang menandakan Sulut adalah harga mati bagi mercy biru.
“Gerak lincah di tingkat langit yang melibatkan dukungan orang nomor satu di indonesia itu diakui oleh beberapa pihak sebagai bukti atensi yang luar biasa bagi E2L,” ujar pengamat politik Sulut Steven Tarore Kamis, (20/6/2024) di Manado.
Terpisah ketua DPC Partai Demokrat Kota Manado Nortje Van Bone mengungkapkan, konsolidasi tingkat tinggi itu sudah sulit dijangkau dan komitmen itu melibatkan ikatan politik di mana, PSI mengusulkan nama Hanny J pajouw (HJP) sebagai calon wakil gubernur Sulut mendampingi E2L dan masuk sebagai kader PSI.
“Nama HJP sendiri tidak sembarang muncul tapi melalui permintaan khusus dari wakil presiden RI terpilih Gibran Rakabuming Raka, mengingat HJP diketahui kawan se organisasi Gibran di mana Gibran menjabat sebagai Ketua sehingga, wajar PSI meminta figur HJP ke Demokrat dan E2L, sementara untuk HJP, terinformasi wakil presiden terpilih itu akan menjadi salah satu juru kampanye sehingga, ibarat Bensin yang luar biasa bagi E2L,” ujar Nortje.
Tak hanya Nortje, Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulut Billy Lombok juga mengatakan bahwa, HBL beberapa kali berkunjung ke DPP PSI meminta restu langit sehingga inilah sepenggal cerita kronologis dukungan tiba-tiba PSI.
“Ini sabda langit dimana, ‘Para Dewa’ menyusun strategi demi memperbaiki Sulawesi Utara dan membawa kesejahteraan bagi rakyat Sulut. E2L makin Percaya diri dengan restu presiden Jokowi dan ketokohan beliau, juga, inilah jawaban isu-isu yang beredar soal wacana duet E2L-HJP demi mengakomodir semua pihak terutama pimpinan kami pak Jokowi yang merupakan pemimpin yang sangat dicintai rakyat, beliau berusaha memberi pasangan terbaik bagi rakyat Sulut dan kami menyambut dengan tangan hangat mas Kaesang Pangarep figur muda pemimpin masa depan indonesia yang telah membuat keputusan bijaksana, ‘Ingat, Jokowi pilih E2L-HJP’ dengan dukungan ini kami optimis menang telak di pilgub Sulut,” terang Billy yang juga menjabat sebagai wakil ketua DPRD Provinsi Sulut itu.
Tak Meu ketinggalan, Ketua DPC Partai Demokrat Minahasa Utara Stendy Rondonuwu juga menyambut kabar baik tersebut.
“Ini luar biasa, dan merupakan tanda alam, karena sampai pilgub, presidennya masih pak Jokowi. Jadi, dukungan ini jelas pemacu semangat buat kami semua,” ujar Stendy dengan penuh semangat.
(Erdysep Dirangga)
