
MANADO – Kelangkaan bahan bakar minyak tanah akhir-akhir ini terus menuai protes. Bahkan akibat kelangkaan dikuatirkan dapat menimbulkan kerawanan sosial. Contohnya, tadi pagi terjadi penghadangan mobil tengki pengangkut minyak tanah di desa Pineleng.
Anggota DPRD Sulut Mikson Tilaar meminta pihak Pertamina harus berlaku jujur dan terbuka kepada masyarakat. Karena sesuai penyampaian Gubernur Sulut SH Sarundajang pada paripurna di deprov waktu lalu, bahwa tidak ada pengurangan pasokan minyak tanah dari Pertamina.
“Artinya, inikan ada yang tidak benar. Pertamina harus jujur dan terbuka kepada masyarakat, menjelaskan yang sebenarnya. Jangan seperti ini akhirnya masyarakat menjadi resah,” tutur politisi PDI-Perjuangan ini kepada beritamanado, Senin (12/12) sore tadi.
Lanjut Tilaar, jika benar tidak terjadi pengurangan pasokan, mestinya Pertamina pro aktif melakukan inspeksi ke agen dan pangkalan. “Selama ini mereka (Pertamia) hanya diam saja tanpa bereaksi apa-apa,” tambahnya.
Terkait program konversi minyak tanah ke gas dari pemerintah, anggota dewan dapil Bitung ini menyatakan setuju, namun pelaksanaan program tersebut harus disertai sosialisasi yang matang dari pemerintah, dan menunggu waktu yang tepat.
“Sosialisasinya harus matang dan intens serta pada waktu yang tepat, karena saat ini menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Minyak tanah sangat diperlukan warga untuk memasak kue, apalagi ternyata belum semua warga telah memperoleh kompor dan tabung gas,” pungkas Tilaar. (jry)

Jangan ada dusta diantara kita Pertamina….!!!!!!