Bolmong Raya

Persikokot Walk Out, Netizen Salahkan Pemkot Kotamobagu

Persikokot Walk Out, Netizen Salahkan Pemkot Kotamobagu

Kotamobagu – Kegagalan klub sepakbola kebanggaan Kotamobagu, yakni Persikokot di laga divisi III yang berakhir Walk Out (WO), menuai ramai komentar dari para netizen.

Nandar Marwan, dalam akun Facebook miliknya memposting status kritikan. “Bagi saya pribadi hal paling pas untuk melihat hasil WO PERSIKOKOT ADALAH PUTUS DOI. Alias BOLI… ALIAS so kandas official2 pe duit dan usaha lobi2 dopoma,” tulisnya di akun pribadinya.

Dirinya pun mengkritik Pemkot Kotamobagu yang menempatkan salah satu pejabat birokrat sebagai Ketua KONI.

Saya juga nda abis pikir. KadisPora merangkap Ketua askot PSSI juga pegangleh jabatan pengurus KONI. Ckckckck. Harusnya pak kadis Toni lebih fokus mengurus urusan dinas pemuda dan olah raga yg membawahi hampir seluruh kegiatan olah raga di kotamobagu. Lebih baik Pak Toni menyerahkan jabatan askot PSSI ke orang lain yg lebih berkompeten dan mempunyai kemampuan lobi mencari penyandang dana dan juga penyedia dana. Selain itu punya kedekatan emosional dengan para pemain dan official. Mo ongkos bola ini jangan ba harap pemda or pemkot (karna puluhan cabang olah raga bernaung dibawah mereka.. )Tapi harus full sponsor… Liat saja klub2 bola ternama di indonesia tetap eksis karna ada sponsor di kostum mereka,” tambah Nandar.

Sebelumnya, Persikokot dijadwalkan akan bertanding melawan Sulut FC di leg II penyisihan grup D babak 6 besar.

Kepala dinas (Kadis) Dispora Kotamobagu yang juga merupakan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Toni Ponongoa kepada wartawan, Selasa (15/10/2019), mengatakan ada dua faktor penyebab Persikokot dipulangkan dan tidak melanjutkan kompetisi.

“Anggaran dan faktor pemain yang tidak cukup atau tinggal 9 pemain, adalah penyebab Persikokot dipulangkan. Pemain ada beberapa yang terkena akumulasi kartu sehingga tidak cukup 11 pemain,” ujarnya singkat. (Fzp)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara