Berita Utama

Pers Minsel Minta Pembunuh Diberikan Hukuman Setimpal

Pers Minsel Minta Pembunuh Diberikan Hukuman Setimpal
Aksi insan Pers Minsel malam tadi di tugu KKO Amurang (foto beritamanado)

Amurang—Senin (26/11) sekitar pukul 18.00 hingga 19.15 Wita, sebagaimana janji insan Pers Minahasa Selatan akan melakukan aksi solidaritas atas meninggalnya Aryono Linggotu atau biasa dipanggil Ryo. Sebelumnya, sekitar pukul 17.00 Wita, seluruh wartawan Minsel berkumpul di Resto Monic-Boulevard, Pondang.

Selanjutnya, sekitar 15 sepeda motor melakukan konvoi melewati jalan Trans Sulawesi menuju tugu KKO Amurang-samping Bank Sulut Amurang. Dalam perjalan konvoi insan Pers Minsel membunyikan klakson pertanda ada peristiwa duka cita yang dalam. Tak heran, pengguna jalan pun memberikan kesempatan bagi insan Pers Minsel.

Mungkin, masih ada pengguna jalan yang tak tahu kalau konvoi sepeda motor tersebut siapa. Tetapi, banyak diantara mereka tahu kalau konvoi sepeda motor adalah pekerja Pers (Jurnalis) Minahasa Selatan.

Setiba di tugu KKO Amurang,mereka langsung memasang lilin dengan lingkaran. Setelah itu, insan Pers (Jurnalis) Minsel menyanyikan lagu-lagu baik nasional hingga tembang rohani. Sementara itu, koordinator lapangan (Korlap) Servie Maradia (Swara Kita) pun memberi masukan dengan menyebut bahwa ini aksi premanisme. Akibatnya, salah satu wartawan terbaik Sulut Aryono Linggotu atau Ryo tewas mengenaskan.

‘’Kami mengutuk keras aksi premanisme di Sulut. Dan bukan tidak mungkin, di Minsel juga bisa terjadi hal serupa. Karena, setiap kota/kabupaten di Sulut dan Indonesia ada wartawannya. Dan wartawan adalah perpanjangan tangan atau mitra kerja pemerintah. Dengan demikian, kami minta Kapolda Sulut Brigjen Drs Dicky Atotoy dan jajarannya untuk menghukum pelaku yang setimpal. Serta menangkap 4 pelaku lainnya yang masih buron,’’ ujar Maradia yang dibenarkan Andries Pattyranie (BeritaManado.com), Rocky Sariowan (BeritaMinsel.com), Dolvie Mangindaan (Kora Manado), Eval M (Media Sulut), Hanny Pantow (Cahaya Pagi) dan Alon Rumagit (Reportase).

Menariknya lagi, aksi solidaritas insan Pers Minsel di tugu KKO, tampak para ojek dan warga sekitar ikut bersama-sama dengan Jurnalis Minsel untuk menyuarakan dukungan atas kejadian diatas. ‘’Hidup Pers….hidup wartawan Minsel. Kita warga juga ikut berduka cita atas meninggalnya Ryo, wartawan SKH METRO. Dan meminta, aparat hukum untuk mengusut serta menghabiskan aksi premanisme di Sulut sampai keakar-akarnya. Kalau juga tidak, maka Kapolda Sulut mundur dari jabatannya,’’ kata Noldy M, warga Uwuran Dua-Amurang.

Dari pantauan BeritaManado.com, aksi diatas membuat jalan Trans Sulawesi macet. Dan aksi tersebut, para insan Pers mengumpul ID Card, kamera, Polpen dan semua yang digunakan wartawan saat meliput. (and)

 

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara