Tomohon – Angka pernikahan dini di Kota Tomohon ternyata cukup tinggi. Bahkan hasil survei yang dilakukan pada tahun 2012 lalu terdapat 133 pasangan. Demikian diungkapkan Sekretaris Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKB-PP) Kota Tomohon Drs Christoforus Sembel, Selasa (3/12/2013).
“Memang dapat dikatakan cukup tinggi karena mencapai ratusan pasangan. Yang disurvei itu pasangan yang menikah di bawah umur 20 tahun atau salah satunya. Sementara penyebabnya itu terdiri dari beberapa hal seperti faktor ekonomi, putus sekolah serta akibat pergaulan bebas,” terangnya.
Lanjut dijelaskannya, efek dari pernikahan dini sangat berpengaruh terhadap perkembangan ibu dan anak yang akan dilahirkannya. “Sebab, resiko kematian ibu dan bayi bisa saja terjadi. Jadi waktu yang tepat untuk melahirkan antara usia 20 sampai 35 tahun. Lebih dari 35 tahun juga sangat beresiko,” ujarnya.
Disinggung soal data tahun 2013 ini, Sembel belum bisa mengungkapkannya meski hasil survei telah dikantongi. “Sebab hasilnya masih akan dilaporkan ke Pemprov Sulut melalui SKPD terkait baru sesudah itu dipublikasikan. Angkanya hampir sama dengan tahun kemarin,” pungkas Sembel.
