Kota Manado

Peringati Hari Lahir Pancasila, Pesan JOKO WIDODO Dibacakan di Korem 131/Santiago

 

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Korem 131/Santiago
Pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Korem 131/Santiago

 

 

 

 

Manado – Memperingati Hari Lahir Pancasila, jajaran Korem 131/Santiago, Pama, Korsik, Yonif Raider 712/Wiratama, gabungan balak aju Tim Intel Korem 131/Santiago dan PNS melaksanakan upacara di lapangan hitam Makorem 131/Santiago, dengan Inspektur Upacara Kepala Staf Korem (Kasrem) 131/Santiago Kolonel Inf Endro Satoto SIP MM serta Komandan upacara Pasiminlog Denmarem 131/Santiago Kapten Chb Nixon Noldi Kukus.

Dalam upacara tersebut Kolonel Inf Endro Satoto membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo yang menyebut, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2017 ini meneguhkan komitmen seluruh elemen bangsa agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Pancasila merupakan hasil dari proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir Soekarno, Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 dan rumusan final Pancasila pada tanggal 18 Agustus 1945 adalah jiwa besar founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita,” ujarnya.

Joko Widodo pun mengingatkan bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman, takdir Tuhan untuk Indonesia adalah keberagaman, dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman, dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman dimana berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia itulah kebhinneka-tunggal-ikaan.

Meski demikian, Jokowi pun menyayangkan tantangan yang sedang dihadapi Indonesia saat ini dimana ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebhinneka-tunggal-ikaan, diantaranya sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila dimana masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong.

“Kita perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara, sehingga dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah tersebut kita bisa hidup rukun dan bergotong-royong untuk memajukan negeri dengan Pancasila. Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan oleh karena itu, saya mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila,” tambahnya.

Demi memantapkan keberadaan Pancasila sebagai ideologi bangsa, pemerintah pun terus berupaya melakukan berbagai hal diantaranya diundangkannya Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden terhadap Pembinaan Ideologi Pancasila bersama seluruh komponen bangsa.

“Lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang terintegrasi dengan program-program pembangunan, pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya yang menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila,” jelas Jokowi.

Diakhir sambutannya tersebut, Jokowi pun kembali menegaskan sikap pemerintah terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan anti Pancasila dan komunisme serta mengajak segenap bangsa Indonesia untuk menjaga perdamaian, jaga persatuan, jaga persaudaraan, saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa, saling bahu-membahu, bergotong-royong demi kemajuan Indonesia.

“Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti Pancasila, anti UUD 1945, anti NKRI, anti Bhinneka Tunggal Ika dan pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia. Kita Indonesia, kita Pancasila, semua anda Indonesia, semua anda Pancasila, saya Indonesia, saya Pancasila,” tutupnya. (***/srisurya)

 

 

 

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara