
Manado, BeritaManado.com — Pesona gaji besar di luar negeri masih menjadi magnet kuat bagi banyak warga, tak terkecuali masyarakat Sulawesi Utara (Sulut).
Namun sayangnya, daya tarik ini sering kali membawa risiko yang fatal, khususnya untuk daerah yang tak memiliki kerja sama penempatan dengan Indonesia.
Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) wilayah Sulawesi Utara, M. Syachrul Afriyadi, S.Kom, M.A.P, tak henti mengeluarkan imbauan.
Dia berharap agar warga menghindari bekerja di negara-negara yang tidak memiliki perjanjian kerja sama penempatan resmi seperti Kamboja, Myanmar, dan Laos.
Peringatan ini bukan tanpa alasan, di mana Data BP3MI Sulut menunjukkan betapa bahayanya jalur non-prosedural.
Sepanjang November lalu, tercatat sekitar 42 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sulut yang berangkat tanpa prosedur resmi (unprocedural) mengalami masalah serius.
Dari jumlah tersebut, beberapa jatuh sakit, dan yang paling memilukan, 10 di antaranya meninggal dunia.
“Torang (kami,red) sayang sama kalian (warga Sulut), jadi jangan berangkat unprocedural,” ujar Syachrul Afriyadi dengan nada penuh keprihatinan.
Korban Keselamatan demi Gaji Instan
Kepala BP3MI Sulut menyoroti kecenderungan warga untuk mengabaikan keselamatan diri demi tawaran gaji yang menggiurkan.
Data pemulangan PMI bermasalah bulan November menunjukkan, Kamboja menjadi salah satu tujuan terbanyak.
Tragedi ini juga melibatkan biaya pemulangan jenazah yang sangat tinggi, yang bisa mencapai kurang lebih Rp180 juta untuk sekali pemulangan.
Biaya yang mahal ini menjadi cerminan nyata dari tingginya risiko yang harus ditanggung oleh keluarga dan negara.
Syachrul menekankan perlunya perubahan pola pikir, terutama bagi anak muda.
Ia mengimbau agar masyarakat tidak tergiur dengan iming-iming sukses instan atau gaji besar di daerah yang minim perlindungan negara.
“Untuk menjadi sukses tidak harus berangkat ke Kamboja, Myanmar, dan Laos. Kasarnya, jangan ‘Kumabal’ (istilah lokal yang bisa diartikan sebagai bandel atau nekat),” ajaknya.
Peluang Terbuka Luas dan Perlindungan Resmi
BP3MI Sulut menegaskan bahwa peluang kerja ke luar negeri sebetulnya sangat luas.
Saat ini, sekitar 200 negara telah menjalin kerja sama penempatan pekerja migran dengan Indonesia.
Tiga negara yang diimbau untuk dihindari, yakni Kamboja, Myanmar, dan Laos karena memang tidak termasuk dalam daftar tersebut.
