Kawanua

Perhimpunan Pelajar Indonesia Sukses Gelar Historun, Ada Jejak Tokoh Sulawesi Utara di Leiden

Perhimpunan Pelajar Indonesia Sukses Gelar Historun, Ada Jejak Tokoh Sulawesi Utara di Leiden
Para peserta Historun 2025

Leiden, BeritaManado.com — Perhimpunan Pelajar Indonesia di Leiden (PPI Leiden) sukses menyelenggarakan Historun pada Sabtu (28/6/2025).

Historun merupakan sebuah napak tilas yang mengajak peserta menjelajahi lokasi-lokasi bersejarah di Kota Leiden, Belanda, yang erat kaitannya dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan ini secara khusus menyoroti era awal berdirinya Perhimpunan Indonesia (Indonesische Vereeniging), cikal bakal organisasi pergerakan nasional di Belanda.

Adapun Historun tahun ini menarik beragam partisipan, termasuk pelajar dan diaspora Indonesia di Belanda, serta komunitas internasional.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dan apresiasi dari Andrea Stefanus, Perwakilan KBRI Den Haag, yang berharap kegiatan ini dapat mempererat persatuan bangsa dan mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang progresif.

Selain itu, Ketua PPI Leiden, Alexander Rama juga menegaskan kembali tujuan Historun sebagai pengingat krusial bahwa sejarah itu penting dan masa lalu tidak boleh dilupakan, terutama bagi generasi muda Indonesia.

“Historun diharapkan menjadi perjalanan refleksi waktu yang menekankan bahwa sejarah berfungsi sebagai kompas untuk masa depan,” ujar Alexander.

Pada kegiatan tersebut, peserta berkesempatan menyusuri tujuh destinasi utama.

Rute ini mencakup tempat tinggal tokoh-tokoh nasional seperti Achmad Soebardjo, Ali Sastroamidjojo, dan Nazir Pamoentjak (Ketua Perhimpunan Indonesia), serta kediaman para perempuan Indonesia pertama yang menempuh pendidikan di Belanda: Siti Soendari, Sri Oemijati, dan Maria Ulfah Santoso.

Titik krusial lainnya adalah lokasi berkumpul dan berdirinya Perhimpunan Indonesia itu sendiri, yaitu Hogewoerd 49.

Sebelum berdirinya Perhimpunan Indonesia, telah lebih dahulu terbentuk Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging) di mana Sam Ratulangi menjadi ketua pada waktu antara 1914-1915 sebelum pergi belajar ke Universitas Zurich di Swiss.

Tokoh lain yang kemudian mendapat posisi penting yaitu AA Maramis yang menjadi Sekretaris Perhimpunan Indonesia di tahun 1924.

Tak hanya itu, Arnold Mononutu, yang juga aktif dalam Perhimpunan Indonesia, pernah diminta untuk mewakili organisasi tersebut di Paris.

Hal ini kemudian dicurigai oleh Dinas Intelijen Belanda. Sekembalinya dari Paris, ia kemudian tinggal bersama dengan keluarga Ali Sastroamidjojo di Wasstraat 1, yang juga menjadi destinasi Historun.

Menjelajahi Kota Leiden memberikan pengalaman menarik bagi peserta.

Sebagai contoh, Historun juga melalui salah satu situs berupa dinding dengan puisi dalam aksara Jawa dan Bugis.

Kehadiran puisi tersebut memberikan kesan tersendiri bagi orang-orang yang setiap hari melewatinya, khususnya setelah mereka memahami kaitannya yang erat dengan budaya Indonesia melalui kegiatan Historun ini.

Aktivitas kemudian dilanjutkan dengan kuis interaktif yang menguji pengetahuan sejarah yang telah disampaikan sepanjang perjalanan.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara