MANADO – Pemerhati Kriminalitas dan Hukum Sulut, Billy Johannis, menilai, kasus perampokan, pencurian, jambret, dan tindak kriminalitas yang terjadi di Manado sekitarnya sudah mengindikasikan bahwa para pelaku merupakan satu sindikat yang berbahaya, dan terorganisir secara rapi.
”Contoh kasus jambret yang terjadi di depan Katedral di Manado. Itu terjadi siang hari, jam 11 siang. Ini khan sangat berani, dan mengindikasikan satu sindikat, ”ujarnya.
Bahkan, setelah ditelusuri ternyata pelakunya lebih dari satu orang, dan setelah ditelusuri pelakunya dengan cepat berpindah-pindah tempat hingga ditemukan di pulau Jawa. ”Ini khan perlu kita sama-sama waspadai, terutama kepolisian sebagai pengayom, dan bertugas memberi rasa aman kepada masyarakat, ”ujar Billy dalam satu dialog di TV lokal semalam.
Dia mengaku, mendapat informasi dari kepolisian mengenai kendala dalam dalam melakukan operasional, dan sarana prasana. ”Ini memang menjadi persoalan dalam melakukan penyelidikan, atau mengusut satu kasus. Bahkan menjadi persoalan dalam menjalankan operasi di lapangan. Tapi saya yakin kalau ada kerjasama yang baik dengan masyarakat, celah ini bisa tertutupi, ”ujarnya.
Hanya dia berharap pembenahan di kepolisian yang terus dilakukan saat ini, hendaknya semakin membuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat semakin baik.
”Sebab setiap hari ilmu dan tehnik dari pelaku kejahatan terus meningkat, sehingga kepolisian juga harus meningkatkan pengetahuannnya dalam mengungkap setiap kasus. Bahkan menganalisa tindak kriminal yang akan terjadi, ”tukasnya.(abm)
