
Manado, BeritaManado.com — Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Sulawesi Utara tercatat mencapai Rp1,15 triliun hingga 31 Oktober 2025 dengan total 21.859 debitur.
Capaian tersebut setara 219,50 persen dari target debitur, namun realisasi nilai penyaluran baru 81,15 persen dari target Rp1,41 triliun.
Data Kanwil DJPb Sulut menunjukkan sektor Perdagangan Besar dan Eceran menjadi penerima terbesar KUR dengan porsi 44,74 persen atau Rp515,06 miliar kepada 8.699 debitur.
Dari sisi lembaga penyalur, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mendominasi dengan kontribusi 53,84 persen dari total penyaluran atau Rp619,73 miliar kepada 15.987 debitur.
Secara wilayah, Kota Manado mencatat realisasi tertinggi sebesar Rp253,49 miliar kepada 3.392 debitur, sementara terendah berada di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan Rp7,38 miliar untuk 62 debitur.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Utara, Hari Utomo, mengatakan selain KUR, penyaluran UMi juga menunjukkan perkembangan signifikan.
“Hingga akhir Oktober 2025, total penyaluran UMi di Sulut mencapai Rp91,24 miliar kepada 18.257 debitur, dengan mayoritas penerima adalah perempuan,” ujar Hari Utomo.
PT Permodalan Nasional Madani menjadi penyalur terbesar dengan kontribusi 91,45 persen.
Kanwil DJPb Sulut menilai capaian pembiayaan ini berperan penting dalam menjaga optimisme ekonomi daerah. Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Sulut tercatat 5,64 persen dengan inflasi terkendali pada 1,57 persen secara tahunan.
Namun demikian, rendahnya perekaman data calon debitur di SIKP menjadi tantangan.
Tidak ada kemajuan perekaman pada Oktober 2025 akibat pembaruan sistem yang mengharuskan registrasi ulang operator Pemda.
(srisurya)
