
Rudy Lawantara saat menerima tanda penghargaan
Para penerima tanda kehormatan menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Sri Paus Fransiskus dan Nuncio Apostolik, Mgr Piero Pioppo, atas kehormatan dan pengakuan tak terduga dari Gereja dan sekaligus memacu mereka untuk terus membaktikan diri dalam pelayanan Gereja, sesama, bangsa dan negara.
Pastor Johanis Mangkey MSC, yang diundang khusus dan hadir menyampaikan bahwa penghargaan dari Paus (papal award) seperti ini sangat luar biasa, jarang terjadi dan hanya diberikan kepada mereka yang dipandang berjasa dan berkontribusi besar bagi Gereja.
“Mereka adalah orang-orang yang terpilih karena dedikasi dan pelayanan yang telah memberi manfaat besar bagi Gereja. Yang cukup membanggakan, bahwa satu dari tiga tokoh awam penerima penghargaan berasal dari Manado yaitu Lucia Maria Liando yang kiji berdomisili di Jakarta,” kata Pastor Mangkey.
Di antara orang Indonesia yang sebelumnya pernah dianugerahi tanda kehormatan Santo Silvester oleh Paus Paulus VI pada 1964 adalah Frans Seda, tokoh bangsa dan Gereja, mantan menteri.
Di Keuskupan Manado ada Bapak Tukunang, tokoh umat dan mantan Kepala Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado, juga dianugerahi tanda kehormatan Santo Silvester sekitar tahun 1982.
(***/Frangki Wullur)
