Bukan hanya sekedar ‘Complimentary’ belaka, harus juga ada strategi untuk menepis semua stigma negatif tentang SK.
“Dengan memanfaatkan stigma negatif tersebut menjadi nilai positif,” tutur dia.
“Tentunya pasangan SK adalah figur yang menjadi repsentasi dari kelompok masyarakat tertentu yang memiliki kekuatan ‘vox populi’,” kata dia.
Menurutnya, bagi seorang figur pendatang baru yang hanya pada saat Pilkada baru mensosialisasikan dirinya pasti akan kalah langkah dengan figur yang notabene sudah aral melintang di Sulut.
Apalagi figur yang tidak pernah berbuat untuk rakyat, nanti pada saat Pilkada baru hadir minta dukungan rakyat, hal itu bagaikan pahlawan kesiangan.
“Yasti Soepredjo Mokoagow (YSM), yang lebih layak mendampingi SK tentunya siapa diantara mereka yang lebih dikenal dan yang telah memiliki bukti nyata bagi rakyat Sulut,” katanya.
Peluang Yulius Selvanus Komaling
YSK dan Gerindra harus berjuang ekstra keras jika ingin memenangkan kontestasi Pilkada Sulut.
“Karena nama YSK sendiri belum populer bahkan belum ada bukti nyata karya yg dilakukannya untuk rakyat Sulut,” ungkap Josef Kairupan.
Seandainya hal itu ada, menurutnya, maka harus ada pembuktian bahkan harus terus disampai-sampaikan agar rakyat Sulut mengetahuinya.
Peluang Elly Engelbert Lasut
Josef Kairupan melihat posisi Elly Engelbert Lasut atau E2L saat ini menjadi momentum yang tepat untuk terus membuktikan eksistensinya sebagai kandidat yang paling banyak diminati rakyat.
“Tetapi harus cermat dan hati-hati satu kesalahan kecil dapat diendorse menjadi kesalahan fatal yang berakibat pada menurunnya nilai kesukaan rakyat terhadap pasangan ini,” pungkasnya.
TamuraWatung
