Amurang – Meski sempat memanas dengan salah satu Anggota Polda Sulut, namun aksi unjuk rasa 2 organisasi masyarakat (Ormas) masing-masing Pelopor Angkatan Muda indonesia (PAMI) Minsel, Lintas Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Minsel dan Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI).
Sedangkan, KNPI Minsel tergabung Karang Taruna LSM Barisan Muda Teguh Bersinar, BMI, Aliansi Masyarakat Untuk. Keadilan (AMUK) berjalan dengan aman hingga bubar begitu saja.
Hal ini dinilai, aksi unjuk rasa tidak menggigit, dimana kedua kubu ormas tersebut hanya menyampaikan orasi begitu saja, tanpa berselang lama langsung bubar.
Aksi unjuk rasa diawali turunya puluhan masa lintas LSM PAMI cs, masing-masing orator Jeffry Sorongan dari LSM PAMI Sulut, Niko Lonteng dari LAKI Sulut serta Jendry Mandey dari PAMI Minsel.
“KPU Minsel harus jujur dan berdasarkan hati nurani saat pleno penetapan pasangan calon. Jika memang berkas tidak lengkap, tentunya tidak sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku. Kami mendukung Pilkada Minsel, hanya saja harus sesuai aturan,” pekik Lonteng, dibenarkan Sorongan dan Mandey.
Tidak lama kemudian, aksi unjuk rasa KNPI Minsel cs diantaranya menegaskan, mendukung seluruh tahapan dan mekanisme yang semenytara dilaksanakan KPU Minsel untuk Pilkada.
“Kami menentang segala upaya, niat dan usaha segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab dengan motiffasi keliru, apalagi memaksakan penundaan Pilkada. kami juga mendesak pihak KPU Minsel untuk segera menetapkan kedua pasangan calon,” ujar orator Mario Sangkoy dari AMUK, Tertius Ulaan dari KNPI Minsel, Wem Mononimbar BM Tenar. (sanlylendongan)

