Pendidikan Formal dan Non Formal Harus Saling Melengkapi
Tondano – Pendidikan formal yang ditempun anak-anak mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi dinilai tidaklah cukup bagi seorang anak untuk membantunya tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter baik dan dapat diandalkan. Demikian dikungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Ivonne Andries.
Kepada BeritaManado.com, Ketua Fraksi Partai Golkar ini menjelaskan bahwa seseorang lebih banyak waktu di luar sekolah/kampus. Oleh karena itu dibutuhkan pendidikan non formal yang tujuannya adalah untuk membentuk karakter seseorang menjadi lebih lengkap. Di luar sekolah ada pendidikan budi pekerti.
“Budi pekerti dan nilai-nilai moral lainnya hanya bisa diperoleh ketika seseorang berinteraksi dengan sesamanya dalam suatu kelompok masyarakat. Tentunya hal ini juga diharapkan seorang anak mendapatkan lingkungan pergaulan yang positif. Disinilai letaknya pentingnya peran orangtua untuk menjalankan fungsi pengawasan,” ungkap Andries.
Ditambahkannya, sesungguhnya selama masih ada kemampuan dan waktu, belajar tentang banyak hal adalah sebuah tindakan bijaksana. Selain itu, hal tersebut juga sudah merupakan inestasi jangka panjang untuk anak-cucu dan juga masyarakat dimana seseorang itu berdomisili. (frangkiwullur)
