
Tomohon — Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, bahu jalan raya sampai jalan di desa-desa mulai semarak dengan pemasangan Bendera Merah Putih dan umbul-umbul.
Momen tersebut tidak disia-siakan oleh para pedagang yang menjual Bendera Merah Putih dan aksesoris bernuansa kemerdekaan lainnya.
Menariknya, yang menjual bendera adalah para pedagang dari luar Sulut, tepatnya dari pulau Jawa.

Ujang, pedagang asal Bandung setiap tahunnya datang menjual bendera dan umbul-umbul dengan harga yang bervariasi.
Tiba pada Senin (30/7/2019) lalu, Ujang langsung membuka kios dagangannya di Kelurahan Lansot, Tomohon Selatan.
“Untuk Bendera Merah Putih harganya Rp 30.000 sampai Rp 50.000, untuk umbul umbul harganya Rp 35.000 sampai Rp 50.000, dan untuk background gelombang atau orang disini disebutnya Lobo dijual dengan harga Rp 200.000 sampai Rp. 300.000,” kata Ujang kepada BeritaManado.com.
Sama halnya Ujang, pedagang lainnya, Gunawan, juga datang dari Garut, Jawa Barat.
Bedanya, Gunawan sudah 8 tahun berdagang di daerah Walian 1, Tomohon Selatan.
Gunawan mematok harga yang sama dengan Ujang untuk penjualan bendera Merah Putih, umbul-umbul, dan Lobo.
Begitu pun untuk pendapatan, keduanya kompak mengatakan untuk tahun ini terjadi penurunan.
“Pendapatan perhari itu sekitar 300 ribu, itu tergolong rendah dibanding tahun-tahun yang lalu,” kata Gunawan.
Lebih lanjut Gunawan mengatakan, selain karena jumlah pembeli yang menurun, masyarakat lebih suka memasang yang lama dengan warna yang sudah pudar tapi masih layak untuk dikibarkan, bahkan ada beberapa yang bendera dan umbul-umbulnya yang sobek tapi tetap dinaikan.
“Untuk tahun ini menurun (pendapatan) ada masyarakat masih pakai yang lama, yang sudah pudar warnanya, bahkan ada beberapa yang sobek-sobek tapi tetap dikibarkan,” ungkap Gunawan.
(RaldyTandaju)
